Setiap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Indonesia wajib melewati sebuah tahapan krusial sebelum resmi menyandang status Pegawai Negeri Sipil (PNS) penuh: Pelatihan Dasar CPNS atau yang populer disingkat Latsar CPNS. Program ini dirancang bukan sekadar formalitas, melainkan sebagai fondasi utama untuk membentuk Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik. Latsar CPNS menjadi gerbang pembekalan komprehensif bagi para abdi negara masa depan.
Apa Itu Latsar CPNS?
Latsar CPNS adalah pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan selama masa prajabatan bagi Calon Pegawai Negeri Sipil. Pelatihan ini dilakukan secara terintegrasi dengan tujuan utama membangun integritas moral, kejujuran, semangat nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan bertanggung jawab, serta memperkuat profesionalisme dan kompetensi di bidangnya masing-masing. Definisi ini termaktub dalam Peraturan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil, yang kemudian diubah dengan Peraturan LAN Nomor 10 Tahun 2021.
Sebelum tahun 2015, pelatihan serupa dikenal dengan nama Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan atau Diklat Prajabatan. Namun, dengan adanya perubahan regulasi, terutama Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen ASN, Latsar CPNS kini menjadi tahapan yang wajib dan terstruktur dengan kurikulum yang diperbarui.
Mengapa Latsar CPNS Sangat Penting?
Pentingnya Latsar CPNS tidak bisa diremehkan, sebab program ini menjadi penentu kualitas ASN yang akan melayani masyarakat dan menjalankan roda pemerintahan. Beberapa alasan fundamental mengapa Latsar CPNS sangat vital antara lain:
- Membentuk PNS Profesional Berkarakter: Latsar CPNS bertujuan menghasilkan PNS yang profesional dan berkarakter, berlandaskan pada core values Aparatur Sipil Negara (ASN). Nilai-nilai dasar ASN ini dikenal dengan akronim “BerAKHLAK”, yang meliputi Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai ini menjadi kompas moral bagi ASN dalam melaksanakan tugas jabatannya sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat pemersatu bangsa.
- Meningkatkan Kompetensi Dasar: Melalui Latsar, CPNS dibekali dengan pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang dibutuhkan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik dan pelaksana kebijakan publik. Ini mencakup kompetensi teknis, manajerial, dan sosial kultural.
- Syarat Mutlak Pengangkatan PNS: Latsar CPNS adalah syarat mutlak bagi seorang CPNS untuk dapat diangkat menjadi PNS definitif. Jika seorang CPNS tidak mengikuti atau tidak lulus pelatihan ini, status CPNS mereka dapat dicabut dan tidak dapat diangkat menjadi PNS penuh.
- Membangun Integritas dan Nasionalisme: Latsar secara khusus dirancang untuk membangun integritas moral, kejujuran, serta menanamkan semangat dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan yang kuat. Ini penting untuk menciptakan aparatur yang mampu berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
Baca juga: Apakah CPNS Dapat THR? Iya, Namun Tidak Penuh. Mengapa?
Bagaimana Proses Pelaksanaan Latsar CPNS?
Pelaksanaan Latsar CPNS dilakukan melalui beberapa tahapan dan metode yang terintegrasi, melibatkan berbagai pihak untuk memastikan kualitas pembentukan ASN. Mengacu pada informasi terkini, termasuk kegiatan Latsar CPNS Formasi 2024 yang dibuka pada awal Januari 2026 di beberapa daerah, proses ini terus berjalan dengan penekanan pada nilai-nilai BerAKHLAK.
Metode Pembelajaran
Latsar CPNS dapat diselenggarakan dengan dua metode utama:
- Klasikal: Dilaksanakan secara tatap muka di kelas, biasanya di pusat pelatihan. Metode ini melibatkan ceramah, diskusi, dan simulasi.
- Blended Learning: Metode ini menggabungkan pembelajaran daring (online) dan luring (offline) atau tatap muka. Pendekatan ini memungkinkan fleksibilitas dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Durasi Pelaksanaan
Durasi Latsar CPNS bervariasi tergantung metode dan kebijakan instansi penyelenggara. Secara umum:
- Untuk pelatihan klasikal, dapat berlangsung sekitar 511 jam pelajaran atau setara dengan 51 hari kerja.
- Untuk metode blended learning, durasinya bisa mencapai 647 jam pelajaran atau setara dengan 74 hari kerja. Beberapa sumber lain menyebutkan sekitar 51-55 hari kerja atau 320 jam pelajaran untuk blended learning.
- Contoh konkret pada awal Januari 2026, Latsar CPNS di Kabupaten Cilacap dijadwalkan berlangsung dari 12 Januari hingga 18 April 2026, yang mencakup pembelajaran mandiri, e-learning, tahap aktualisasi, dan pembelajaran klasikal.
Kurikulum dan Materi Pembelajaran
Materi Latsar CPNS disusun dalam empat agenda utama yang saling berkaitan untuk membentuk kompetensi ASN yang holistik:
- Agenda I: Sikap Perilaku Bela Negara
Materi ini mencakup Wawasan Kebangsaan dan Nilai-Nilai Bela Negara, Analisis Isu Kontemporer, serta Kesiapsiagaan Bela Negara. Tujuannya adalah menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga keutuhan bangsa dan negara. - Agenda II: Nilai-Nilai Dasar PNS (BerAKHLAK)
Peserta akan mendalami dan menginternalisasi nilai-nilai BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif) sebagai landasan etika dan profesionalisme dalam bekerja. - Agenda III: Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI
Fokus pada pemahaman tentang sistem penyelenggaraan pemerintahan negara, manajemen ASN, dan peran PNS dalam mewujudkan Smart Governance. - Agenda IV: Aktualisasi
Ini merupakan tahap di mana peserta menerapkan nilai-nilai dasar ASN yang telah dipelajari ke dalam praktik kerja nyata di unit masing-masing (habituasi). Peserta akan menyusun rancangan aktualisasi, melaksanakan kegiatan, dan menyusun laporan hasil aktualisasi.
Selain itu, ada juga program kokurikuler seperti kerja bakti, senam kesegaran jasmani, pelatihan baris-berbaris, apel, dan ibadah, yang bertujuan memperkuat fisik, mental, dan spiritual peserta.
Biaya Pelaksanaan
Penting untuk diketahui bahwa biaya Latsar CPNS sepenuhnya ditanggung oleh instansi pemerintah penyelenggara, bukan dibebankan kepada peserta. Hal ini ditegaskan dalam Peraturan LAN Nomor 1 Tahun 2021, untuk menghindari praktik pungutan liar.
Evaluasi dan Kelulusan
Di akhir program, peserta akan menjalani serangkaian evaluasi untuk mengukur pemahaman dan kemampuan mereka. Sistem penilaian Latsar CPNS umumnya mencakup beberapa komponen, seperti sikap perilaku (10%), absensi kelas (40%), ujian (20%), dan aktualisasi (30%). Peserta harus meraih nilai minimal yang ditetapkan (misalnya, minimal 70,01) untuk dinyatakan lulus. Kelulusan Latsar CPNS ini menjadi salah satu syarat utama bagi CPNS untuk dapat diangkat menjadi PNS penuh.
Latsar CPNS diselenggarakan melalui kerja sama antara Badan Kepegawaian Negara (BKN) atau Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN), berkoordinasi dengan pusat pelatihan masing-masing instansi. Proses pembelajaran dibimbing oleh Widyaiswara, coach, dan mentor yang berpengalaman.
Secara keseluruhan, Latsar CPNS adalah investasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia aparatur negara. Melalui pelatihan ini, pemerintah berupaya mencetak ASN yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam integritas, adaptif terhadap perubahan, dan berkomitmen tinggi untuk melayani masyarakat, demi terwujudnya birokrasi kelas dunia di masa depan.




