Berita

Ruang GTK Jadi Pusat Penilaian Kinerja Guru Nasional Mulai Tahun Ini

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi memulai era baru dalam pengelolaan kinerja guru di seluruh Indonesia mulai tahun 2026 ini, dengan mengintegrasikan seluruh proses evaluasi dan pengembangan profesi melalui platform digital Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Kebijakan ini menandai reformasi fundamental yang menggeser sistem penilaian kinerja konvensional menuju mekanisme yang lebih terpusat, transparan, dan berbasis data.

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (Ditjen GTKPG) Kemendikdasmen menegaskan bahwa sistem administrasi yang selama ini cenderung formalitas akan ditinggalkan. Seluruh informasi terkait kinerja, pembinaan, hingga pengembangan karier guru akan terdokumentasi secara berkelanjutan dalam Ruang GTK, yang juga terintegrasi penuh dengan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Transformasi Menuju Digitalisasi Kinerja Pendidik

Perubahan signifikan ini telah disosialisasikan secara daring pada akhir Desember 2025, melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti dinas pendidikan, pengawas, kepala sekolah, guru ASN dan non-ASN, pengelola yayasan, hingga operator sistem. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memastikan transisi kebijakan dari tahun anggaran 2025 ke 2026 berjalan efisien dan meminimalkan beban administrasi bagi para pendidik.

Ruang GTK sendiri merupakan hasil transformasi dari Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang telah diluncurkan pada 21 Januari 2025, bersamaan dengan Cetak Biru Transformasi Digital melalui super-aplikasi Rumah Pendidikan. Platform ini dirancang sebagai ruang belajar dan inspirasi yang inklusif dan sederhana bagi guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya untuk mendukung proses mengajar, belajar, dan berkarya.

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPK), Nunuk Suryani, pada Februari 2025 menyatakan bahwa Ruang GTK hadir dengan berbagai fitur yang lebih terintegrasi dan sederhana, serta inklusif bagi seluruh pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan. “Platform ini memastikan semua pihak yang terlibat dalam pendidikan dapat mengakses fitur yang relevan dengan peran dan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Fitur dan Manfaat Ruang GTK bagi Pendidik

Ruang GTK menyediakan beragam fitur yang dikelompokkan dalam tiga kategori utama, ditambah dengan dokumen rujukan:

  • Belajar Berkelanjutan: Menyediakan program pendidikan dan pelatihan (diklat) terbimbing, pelatihan mandiri, sertifikasi pendidik (Pendidikan Profesi Guru/PPG juga akan diakses melalui platform ini pada tahun 2025), serta komunitas belajar. Fitur ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan.
  • Karier dan Kinerja: Memfasilitasi pengelolaan kinerja, seleksi kepala sekolah, dan refleksi kompetensi. Sistem ini membantu guru memantau dan meningkatkan kinerja, serta merencanakan pengembangan karier. Dokumen kinerja dari Ruang GTK akan menjadi bukti valid untuk penilaian angka kredit dan peluang promosi.
  • Inspirasi Pembelajaran: Menawarkan perangkat ajar, Capaian Pembelajaran (CP)/Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), ide praktik terbaik, bukti karya, video inspirasi, dan asesmen murid.
  • Dokumen Rujukan: Berisi panduan, regulasi, dan referensi pendidikan resmi dari Kemendikdasmen.

Pengguna dapat mengakses Ruang GTK melalui aplikasi mobile di Google Play Store (membutuhkan Android minimal versi 5 Lollipop, namun pembaruan tidak lagi diberikan untuk versi ini sejak Agustus 2024, disarankan versi 6 Marshmallow atau lebih tinggi) atau melalui situs web resmi guru.kemdikbud.go.id atau rumah.pendidikan.go.id, menggunakan akun belajar.id.

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, Yudhistira Nugraha, menjelaskan bahwa Rumah Pendidikan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik dan berkelanjutan. Inisiatif ini melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Tantangan Implementasi dan Solusi ke Depan

Meskipun Ruang GTK menawarkan banyak potensi, implementasinya menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan akses internet, terutama di daerah-daerah terpencil, menjadi hambatan utama. Selain itu, kemampuan digital yang beragam di kalangan pendidik dan potensi masalah integrasi sistem juga menjadi perhatian. Permasalahan teknis seperti “Error 502 Bad Gateway” akibat tingginya jumlah pengguna atau masalah login akun belajar.id juga kerap terjadi.

Untuk mengatasi tantangan akses internet, Kemendikdasmen tengah mengembangkan fitur offline learning. Fitur ini akan memungkinkan guru mengunduh konten pembelajaran dan menggunakannya tanpa koneksi internet dalam bentuk plugin. Yudhistira Nugraha juga menekankan bahwa Kemendikdasmen berupaya memastikan keterbatasan internet tidak menjadi penghalang akses bagi para pendidik.

Seiring dengan penerapan sistem kinerja baru ini, Kemendikdasmen mendorong semua instansi terkait untuk menugaskan perwakilan yang kompeten agar implementasi berjalan efektif. Guru juga didorong untuk memahami kebijakan ini sejak dini, karena sistem baru akan menjadi dasar pembinaan profesional, penilaian kinerja, dan pengembangan karier mereka. Tahun 2026 ditetapkan sebagai masa adaptasi terhadap tuntutan administrasi, penguasaan digital, dan peningkatan kinerja berkelanjutan. Bahkan, untuk keamanan tambahan, fitur Two-Factor Authentication (2FA) pada Info GTK wajib diaktifkan sejak September 2025.