Jakarta – Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) kembali melakukan inovasi strategi dengan menurunkan dua pemain ganda putri andalannya, Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari, untuk bermain rangkap pada turnamen BWF Super 100 China Masters 2026. Turnamen yang dijadwalkan bergulir di Ruichang Sports Park Gym, China, pada 10-15 Maret mendatang ini menjadi ajang eksperimen bagi kedua atlet senior tersebut.
Tak hanya akan tampil sebagai pasangan di nomor ganda putri, Apriyani dan Lanny juga akan menjajal peruntungan di sektor ganda campuran. Berdasarkan data daftar pemain di laman resmi BWF, Apriyani Rahayu akan berpasangan dengan pemain muda Taufik Aderya. Sementara itu, Lanny Tria Mayasari akan berduet dengan Daniel Edgar Marvino. Menariknya, Taufik Aderya dan Daniel Edgar Marvino juga merupakan pasangan di sektor ganda putra pada turnamen yang sama.
Taufik Aderya sendiri merupakan talenta muda yang baru saja bergabung dengan Pelatnas Cipayung melalui jalur Seleksi Nasional (Seleknas) pada Februari 2025. Berbeda dengan sektor spesialisasi mereka yang langsung masuk ke babak utama, kedua pasangan ‘dadakan’ di ganda campuran ini harus memulai perjuangan mereka dari babak kualifikasi terlebih dahulu.
Program main rangkap ini sebenarnya bukanlah hal baru dalam dunia bulu tangkis Indonesia. Sebelumnya, atlet ganda putri lainnya, Siti Fadia Silva Ramadhanti, juga pernah merasakan pengalaman serupa. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil demi menggali potensi maksimal para atlet.
“Tujuannya adalah kami akan memaksimalkan potensi atlet. Kami tidak mau mengotak-ngotakkan. Mungkin mereka mencapai prestasi di level tertentu yang membutuhkan spesifikasi khusus, baru nanti kami akan putuskan spesifikasinya,” ujar Eng Hian menjelaskan.






