Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) resmi mengumumkan perubahan besar-besaran jadwal turnamen yang akan berlaku mulai tahun 2027. Indonesia Open dipastikan menjadi salah satu ajang yang terdampak signifikan dari evolusi ini. Struktur baru Tur Dunia BWF untuk periode 2027-2030 dirancang tidak hanya untuk meningkatkan strategi komersial, tetapi juga standar produksi demi mengangkat profil global bulutangkis serta menciptakan pengalaman yang lebih mendalam bagi para pemain dan penggemar.
Format Baru: 11 Hari dan 48 Peserta
Perubahan paling mencolok terlihat pada format turnamen Super 1000. Mulai 2027, kategori ini akan menerapkan sistem gugur untuk sektor tunggal dengan 48 entri, meningkat dari biasanya 32 entri. Sementara itu, sektor ganda akan memiliki 32 entri. Durasi pelaksanaan turnamen juga diperpanjang menjadi 11 hari, mencakup dua akhir pekan, berbeda jauh dari format enam hari yang umum diterapkan saat ini.
Indonesia dipastikan tetap menjadi tuan rumah untuk turnamen Super 1000 melalui Indonesia Open. Namun, Indonesia akan memiliki ‘teman’ baru di level tertinggi ini, yaitu Denmark yang naik kelas dari Super 750 menjadi tuan rumah Super 1000. Posisi ini melengkapi negara lain yang sudah menjadi tuan rumah Super 1000, seperti China, All England (Inggris), dan Malaysia Open.
“Inti dari evolusi ini adalah Tur Dunia BWF yang diubah, menampilkan 36 turnamen dalam struktur enam tingkat, dengan lima turnamen Super 1000 dan semua turnamen Super 100 sekarang sepenuhnya terintegrasi ke dalam tur untuk pertama kalinya,” demikian pernyataan resmi BWF seperti dikutip detikSport, Selasa (10/2/2026).
Hadiah Uang Meroket
BWF juga mengonfirmasi adanya kenaikan total hadiah uang (prize money) di semua tingkatan turnamen:
- Super 1000: Naik menjadi 2 juta dolar AS (dari 1,45 juta dolar pada 2026).
- Super 750: Naik menjadi 1,1 juta dolar AS.
- Super 500: Naik menjadi 560 ribu dolar AS.
- Super 300: Naik menjadi 290 ribu dolar AS.
- Super 100: Naik menjadi 140 ribu dolar AS.
- BWF World Tour Finals: Total hadiah mencapai 3 juta dolar AS.
Selain Tur Dunia, format Kejuaraan Dunia mulai 2027 juga akan menggunakan babak penyisihan grup sebelum masuk ke fase sistem gugur. Untuk Final Piala Thomas & Uber (mulai 2028) dan Final Piala Sudirman (mulai 2027), jumlah peserta resmi akan ditambah menjadi 24 tim.






