Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengumumkan perubahan signifikan pada kalender turnamennya mulai tahun 2027. Jumlah pertandingan yang diproduksi untuk siaran televisi akan meningkat dari 1.410 menjadi sekitar 3.000 pertandingan di seluruh rangkaian turnamen BWF. Peningkatan ini bertujuan memperluas eksposur bulu tangkis di berbagai negara dan pasar, serta memperkuat posisinya sebagai olahraga global.
Perubahan Format Turnamen Super 1000
Lima turnamen Super 1000 yang diselenggarakan di Asia dan Eropa akan mengusung format kompetisi yang diperluas. Nomor tunggal akan diikuti oleh 48 pemain dengan sistem fase grup yang dilanjutkan ke babak gugur, sementara nomor ganda akan mempertandingkan 32 pasangan dengan sistem gugur. Setiap turnamen Super 1000 akan berlangsung selama 11 hari dan mencakup dua akhir pekan, dengan seluruh pertandingan disiarkan secara global.
Respons PBSI Terkait Indonesia Open 2027
Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menyatakan kesiapannya untuk menerapkan format baru Indonesia Open dengan durasi 11 hari sebagai turnamen level Super 1000. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mendukung arah pengembangan bulu tangkis dunia yang dicanangkan oleh BWF.
“Dari sisi penyelenggara, penerapan durasi 11 hari tentu berdampak pada meningkatnya biaya operasional karena waktu pelaksanaan yang lebih panjang. Namun PBSI memandang hal ini sebagai investasi jangka panjang untuk mempertahankan posisi Indonesia Open sebagai turnamen premier dunia, sekaligus menghadirkan standar penyelenggaraan yang sejalan dengan arah global BWF,” ujar Kabid Luar Negeri PP PBSI, Bambang Roedyanto, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/2/2026).
Nilai Tambah bagi Atlet
Bambang menjelaskan, format baru ini juga memberikan nilai tambah dari sisi atlet. Jumlah peserta nomor tunggal yang bertambah dari 32 menjadi 48 pemain, membuka peluang yang lebih luas bagi atlet untuk tampil di level tertinggi. Atlet juga akan menjalani lebih banyak pertandingan karena menggunakan sistem setengah kompetisi hingga lolos ke babak 16 besar.
Dengan durasi turnamen yang lebih panjang serta hanya menggunakan dua lapangan pertandingan, atlet memiliki waktu istirahat yang lebih memadai. Hal ini diharapkan dapat menjaga kualitas permainan dan performa atlet sepanjang turnamen.
Pendekatan Sportainment
Selain aspek teknis dan kompetisi, PBSI menekankan bahwa Indonesia Open juga akan dikemas dengan pendekatan sportainment. Durasi yang lebih panjang memungkinkan penyelenggaraan berbagai elemen hiburan dan aktivasi di luar lapangan pertandingan.
“Sportainment menjadi bagian penting untuk menghadirkan pengalaman menonton yang lebih menarik bagi penonton di arena maupun penggemar yang mengikuti melalui siaran dan platform digital,” ungkap Bambang.
PBSI menilai bahwa penguatan unsur sportainment, sejalan dengan kualitas kompetisi yang semakin tinggi, akan memperkuat daya tarik Indonesia Open sebagai ajang olahraga dan hiburan kelas dunia, sekaligus mendukung upaya BWF dalam memperluas jangkauan dan popularitas bulu tangkis secara global.






