Jakarta – Pemain ganda putri andalan Indonesia, Apriyani Rahayu, menyatakan tidak keberatan untuk bermain rangkap di sektor ganda putri dan ganda campuran, meskipun usianya sudah memasuki kategori senior. Keputusan ini diambil oleh Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) sebagai bagian dari strategi pengembangan pemain.
PBSI Terapkan Pemain Rangkap untuk Apriyani dan Lanny
Apriyani Rahayu, bersama rekannya Lanny Tria Mayasari, akan diturunkan dalam dua nomor berbeda pada turnamen BWF Tour Super 100 China Masters 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 10 hingga 15 Maret mendatang. Apriyani akan berpasangan dengan pemain ganda putra, Taufik Aderya, di sektor ganda campuran. Sementara itu, Lanny Tria Mayasari akan berduet dengan Daniel Edgar Marvino di nomor yang sama.
Penerapan strategi main rangkap ini, terutama bagi Apriyani yang merupakan pemain senior dan peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, tentu menjadi sebuah hal yang tidak biasa. Namun, pemain berusia 27 tahun itu menyambut baik tawaran dari pelatih.
“Usia hanya angka. Enggak ada sih. Saya cukup mau menikmati saja. Dan tidak mau berpatokan dengan umur saya sih. Maksudnya selagi saya bisa, ya kenapa enggak? Selagi saya dikasih kepercayaan, ya kenapa enggak? Jadi ya sudah, so happy,” ujar Apriyani kepada pewarta di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur.
Apriyani menegaskan komitmennya untuk fokus pada kedua sektor yang akan diikutinya. “Ya pasti selagi saya dikasih main dua, saya akan fokus ke dua-duanya juga. Enggak ada yang kayak pas ini, lepas ini. Jadi kayak memang sudah dari pelatih juga ngomong kayak gitu,” tambahnya.
Penjajakan Potensi dan Pengembangan Atlet
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa penerapan strategi main rangkap ini merupakan bagian dari program penjajakan potensi atlet di masa depan. Ia melihat adanya peluang untuk menggali potensi lain dari Apriyani dan Lanny melalui pengalaman bermain di dua sektor berbeda.
“Dengan bermain rangkap, kami bisa melihat potensi lain yang mungkin keluar dari atlet-atlet tersebut. Selain itu, Daniel dan Taufik bisa menimba ilmu dan pengalaman dari Apri/Lanny yang sudah lebih senior. Pengembangan kemampuan bermain di dua sektor juga akan membawa dampak positif bagi mereka,” jelas Eng Hian dalam keterangan tertulisnya yang dirilis melalui federasi.
Strategi ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi Apriyani dan Lanny, tetapi juga menjadi ajang pembelajaran berharga bagi Taufik Aderya dan Daniel Edgar Marvino yang akan berpasangan dengan pemain yang lebih berpengalaman.






