Badminton

Ganda Putri Indonesia Kembali Dirombak, Apri-Fadia Pisah Lagi

JAKARTA, 21 Januari 2026 – Pencarian pasangan terbaik di sektor ganda putri Indonesia kembali berlanjut di tahun ini. Empat pemain inti, Apriyani Rahayu, Siti Fadia Silva Ramadhanti, Amallia Cahaya Pratiwi, dan Lanny Tria Mayasari, kembali dipasangkan dengan komposisi berbeda untuk musim 2026.

Apriyani Rahayu kini berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari, sementara Siti Fadia Silva Ramadhanti akan berduet dengan Amallia Cahaya Pratiwi. Ujian pertama bagi duet baru ini akan tersaji di turnamen Indonesia Masters 2026 yang berlangsung pada 20-25 Januari 2026.

Meskipun bukan menjadi tolok ukur utama, hasil di Indonesia Masters diharapkan dapat memberikan evaluasi awal mengenai potensi dan masa depan kedua pasangan ganda putri tersebut.

Evaluasi Berulang dan Komunikasi Pelatih-Pemain

Baik Fadia maupun Apriyani menyadari bahwa perombakan pasangan yang berulang merupakan bagian dari upaya federasi untuk menemukan komposisi ganda putri yang paling optimal.

“Mungkin dari pelatih belum menemukan yang terbaik dari percobaan sebelumnya, seperti saya dengan Kak Apri, Lanny dengan Tiwi. Mungkin ini yang terbaik menurut pelatih saat ini. Pelatih punya pandangannya sendiri, dan kami sudah sempat komunikasi juga, jadi ini kemauan bersama,” ujar Fadia saat ditemui di Istora GBK.

Fadia menambahkan bahwa perubahan pasangan kali ini bukan tanpa target. Pelatih memberikan kesempatan yang sama bagi semua pemain untuk menunjukkan performa terbaik.

“Jadi kita manfaatkan saja apa yang ada sekarang. Sebenarnya kalau sama Tiwi, kami coba untuk nikmati dulu prosesnya. Pastinya targetnya juga juara. Cuma kan setiap turnamen, setiap latihan, kami juga harus tahu tujuannya. Jadi karena mau juara itu ada prosesnya, kami coba nikmati prosesnya saja,” tuturnya.

Risiko Pemain Profesional

Di sisi lain, Apriyani Rahayu mengakui bahwa tidak ada pemain yang menginginkan kondisi pasangan yang terus-menerus dirombak. Namun, ia memahami bahwa ini adalah risiko yang harus dihadapi sebagai pemain profesional.

“Sebenarnya enggak ada yang mau dipecah-pecah, bahkan Lanny pun. Sama Fadia, lalu sama saya. Begitupun saya dengan Fadia, saya ke Febi (Setiyaningrum), lalu saya ke Lanny. Di situ yang dipecah-pecah akan tak nyaman,” ungkap Apri.

“Hanya memang itu sudah menjadi risiko pemain profesional. Apalagi kan kebutuhan pelatih, kebutuhan kami juga, kebutuhan masing-masing juga di lapangan seperti apa. Jadi kami harus siap disitunya. Mau tak mau kami sebagai profesional di sini, sebagai atlet kami harus tahu risiko dipecah-pecah.”

Apriyani menegaskan bahwa keputusan perombakan ini telah melalui komunikasi yang baik antara pelatih dan para pemain.

“Karena pelatih mau yang terbaik, ‘Oh lihat oh kondisinya begini, kalau bisa seperti ini, kayaknya tidak bisa, sudah cukup’. Ya sudah, kami mengikuti arahan pelatih sebagai orang tua kita,” tambahnya.

“Pasti ada dan saya rasa pernah ngobrol juga dan memang sudah diomongi semuanya dan jalan yang terbaik ini. Sudah semuanya lah,” ucapnya.

Target Enam Bulan ke Depan

Sama seperti Fadia, Apriyani juga diberikan target bersama Lanny Tria Mayasari dalam enam bulan ke depan, terutama terkait pencapaian di berbagai turnamen.

“Kami dikasih jadwal pertandingan ada targetnya dan kami ada target pribadi. Kami mengupayakan masuk ke target yang dikasih. Jadi itu sudah ada. Lebih ke pencapaian. Bagaimana pun kita sebagai atlet harus siap tekanan dan segala macam,” kata Apri.