Peserta BPJS Kesehatan mulai 1 Januari 2026 wajib melakukan skrining riwayat kesehatan setidaknya setahun sekali sebelum mendapatkan pelayanan medis di fasilitas kesehatan. Kebijakan baru ini berlaku untuk seluruh peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sebagai upaya mendeteksi risiko penyakit tidak menular sedini mungkin.
Proses skrining dapat dilakukan secara mandiri melalui website resmi atau aplikasi Mobile JKN yang tersedia di smartphone, sehingga peserta tidak perlu datang ke kantor cabang.
Apa itu Skrining BPJS Kesehatan?
Skrining riwayat kesehatan merupakan layanan pemeriksaan awal yang disediakan BPJS Kesehatan untuk mengidentifikasi potensi masalah kesehatan pada peserta.
Melalui serangkaian pertanyaan terkait kondisi tubuh dan gaya hidup, sistem akan menganalisis risiko seseorang terhadap berbagai penyakit kronis.
Program ini dirancang untuk mendeteksi 14 jenis penyakit, termasuk hipertensi, diabetes melitus, stroke, penyakit jantung iskemik, kanker payudara, kanker serviks, tuberkulosis, thalasemia, hepatitis B, dan hepatitis C
Banyak orang tidak menyadari bahwa tubuh mereka sudah mengirimkan sinyal gangguan kesehatan hingga akhirnya didiagnosis menderita penyakit serius. Skrining membantu mencegah keterlambatan penanganan dengan memantau kondisi kesehatan sejak awal.
Layanan ini menjadi syarat wajib bagi peserta yang memilih Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas, klinik pratama, atau dokter praktik perorangan.
Tanpa melakukan skrining, peserta tidak dapat mendaftar untuk mendapatkan pemeriksaan dokter di fasilitas tersebut.
Cara Skrining BPJS Kesehatan 2026
Proses skrining dapat diselesaikan dalam hitungan menit tanpa biaya tambahan. Berikut panduan lengkapnya:
1. Melalui Web
- Buka browser dan kunjungi alamat https://webskrining.bpjs-kesehatan.go.id/skrining
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau nomor kartu BPJS Kesehatan beserta tanggal lahir
- Ketik kode CAPTCHA yang muncul di layar, kemudian tekan tombol “Cari Peserta”
- Klik “Setuju” untuk melanjutkan proses
- Isikan data berat badan dan tinggi badan sesuai kondisi terkini
- Sistem secara otomatis akan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) beserta interpretasinya
- Masukkan nomor handphone aktif, lalu klik “Selanjutnya”
- Jawab seluruh pertanyaan yang terbagi dalam 8 halaman dengan jujur sesuai kondisi kesehatan
- Setelah selesai mengisi, tekan tombol “Simpan” dan pilih “Setuju”
- Tunggu beberapa saat hingga sistem menampilkan hasil skrining lengkap dengan informasi potensi risiko penyakit
2. Melalui Aplikasi
- Unduh dan instal aplikasi Mobile JKN melalui Play Store atau App Store
- Lakukan pendaftaran atau masuk menggunakan akun yang sudah terdaftar
- Dari halaman utama, pilih opsi “Menu Lainnya”
- Tekan “Skrining Riwayat Kesehatan”
- Pilih nomor kartu BPJS yang akan diskrining, kemudian klik “Pilih”
- Setujui syarat dan ketentuan dengan menekan tombol “Setuju”
- Input data berat dan tinggi badan
- Aplikasi akan menampilkan nilai IMT beserta kategorinya secara otomatis
- Klik “Selanjutnya” dan jawab semua pertanyaan di 8 halaman yang tersedia
- Tekan “Simpan” setelah selesai, lalu pilih “Setuju”
- Hasil skrining akan muncul di layar, termasuk informasi penyakit yang berisiko
- Gulir ke bawah dan klik “Review Jawaban Skrining” untuk melihat detail jawaban yang telah diisi
Hasil Skrining BPJS Kesehatan
Setelah menyelesaikan seluruh pertanyaan, sistem akan menampilkan hasil analisis yang menunjukkan status kesehatan peserta. Hasilnya terbagi menjadi dua kategori: “Berisiko” atau “Tidak Berisiko”.
Jika hasil menunjukkan status berisiko dengan tingkat “Sedang” atau “Tinggi”, peserta sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter di FKTP terdaftar.
Program skrining ini mampu mendeteksi risiko dari 14 jenis penyakit yang perlu diwaspadai, yaitu:
- Hipertensi
- Stroke
- Penyakit Jantung Iskemik
- Diabetes Melitus
- Kanker Payudara
- Kanker Serviks
- Thalasemia
- Tuberkulosis
- Hepatitis B
- Hepatitis C
- Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
- Gangguan Penglihatan
- Gangguan Pendengaran
- Gangguan Jiwa
Informasi lokasi FKTP terdekat akan tertera pada halaman hasil skrining untuk memudahkan peserta melakukan pemeriksaan lanjutan.
Peserta juga dapat mengakses rincian lengkap jawaban yang telah diisi dengan memilih menu “Review Jawaban Skrining” di bagian bawah halaman. Data ini berguna untuk membantu tenaga medis memahami kondisi pasien dengan lebih baik saat konsultasi.
Perlu diingat, skrining hanya dapat dilakukan satu kali dalam setahun. Jika sudah melakukan skrining tahun ini, peserta baru dapat melakukannya lagi pada periode berikutnya.
Bagi peserta yang mengalami kendala teknis saat mengisi formulir, bantuan tersedia melalui Care Center 165 atau layanan Chat Assistant JKN (CHIKA).
Manfaat Melakukan Skrining Kesehatan Secara Rutin
Skrining kesehatan bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan investasi berharga untuk kesejahteraan jangka panjang.
Berikut beberapa alasan mengapa skrining sangat penting dilakukan:
1. Deteksi Dini Sebelum Terlambat
Banyak penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Ketika gejala mulai terasa, kondisinya mungkin sudah cukup parah dan memerlukan perawatan intensif. Deteksi dini melalui skrining memungkinkan penanganan dilakukan sebelum kondisi memburuk.
2. Memudahkan Diagnosis yang Tepat
Tenaga medis dapat memberikan diagnosis yang lebih akurat dan pelayanan yang lebih cepat berdasarkan informasi yang telah dikumpulkan melalui skrining. Data riwayat kesehatan membantu dokter memahami kondisi pasien secara menyeluruh sehingga dapat memberikan penanganan yang sesuai.
2. Pencegahan Lebih Baik dari Pengobatan
Langkah sederhana ini memberikan dampak signifikan bagi kualitas hidup karena penyakit dapat dikendalikan atau bahkan dicegah sama sekali. Dengan mengetahui risiko kesehatan sejak dini, peserta dapat mengubah gaya hidup dan pola makan untuk menghindari perkembangan penyakit.
3. Layanan Gratis dan Mudah Diakses
Program ini sepenuhnya gratis bagi peserta aktif BPJS Kesehatan dan dapat diakses kapan saja melalui smartphone. Tidak ada alasan untuk melewatkan kesempatan berharga ini mengingat kemudahan dan manfaat yang ditawarkan.
4. Bentuk Kepedulian pada Keluarga
Lebih dari sekadar menjaga kesehatan pribadi, skrining adalah bentuk tanggung jawab terhadap keluarga tercinta. Dengan rutin memantau kondisi kesehatan, peserta dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan produktif, tanpa kekhawatiran akan penyakit yang tidak terdeteksi. Kesehatan yang terjaga akan memungkinkan seseorang tetap produktif dan dapat merawat orang-orang terkasih.

