Badminton

BWF Uji Coba Aturan Time Clock 25 Detik di Indonesia Masters 2026 untuk Objektivitas Wasit

Advertisement

Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akan menerapkan sistem time clock selama 25 detik dalam penyelenggaraan Indonesia Masters 2026 sebagai bagian dari uji coba aturan baru. Sistem ini dirancang khusus untuk para pemain yang akan bertindak sebagai servis, memberikan mereka batas waktu maksimal untuk bersiap melakukan servis berikutnya setelah sebuah reli berakhir.

Time clock akan mulai menghitung mundur sejak wasit memasukkan skor reli sebelumnya. Tujuannya adalah untuk memberikan ukuran waktu yang objektif, sehingga dapat mengurangi unsur subjektivitas dalam penilaian wasit terhadap penundaan permainan. Pengujian aturan baru ini akan diterapkan pada turnamen-turnamen BWF tertentu, termasuk Indonesia Masters yang dijadwalkan bergulir di Istora Senayan, Jakarta, pada 20-25 Januari 2026.

Aktivitas Pemain Selama Time Clock

Menurut pernyataan BWF yang disampaikan PP PBSI dalam rilis Rabu (7/1/2026), selama waktu 25 detik tersebut, pemain diperbolehkan melakukan berbagai aktivitas di sisi lapangan. Ini termasuk mengelap handuk, minum, mengikat tali sepatu, hingga menggunakan semprotan dingin yang diaplikasikan sendiri tanpa perlu izin wasit. Namun, BWF menegaskan bahwa penerima servis tetap wajib mengikuti tempo servis dan tidak diperkenankan memperlambat jalannya permainan.

Penanganan Shuttlecock dan Pengepelan Lapangan

BWF juga menjelaskan mekanisme penanganan shuttlecock dan pengepelan lapangan dalam pertandingan yang menggunakan time clock. Permintaan pergantian shuttlecock harus diajukan segera setelah reli berakhir dan diselesaikan dalam batas waktu 25 detik. Apabila diperlukan pengepelan lapangan dalam durasi yang lebih lama, wasit memiliki wewenang untuk menghentikan time clock. Sementara itu, untuk pengepelan singkat, aturan baru tersebut tetap akan berjalan.

Advertisement

Sanksi dan Evaluasi

BWF menegaskan bahwa jika peraturan ini diberlakukan, wasit memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi atas penundaan waktu yang tidak semestinya. Sanksi dapat berupa peringatan (verbal warning), kartu kuning (yellow card), hingga kartu merah (red card), sesuai dengan tingkat dan pengulangan pelanggaran. Namun, selama masa uji coba ini, hanya peringatan (verbal warning) yang akan diberlakukan.

BWF masih akan mengevaluasi pengujian time clock 25 detik ini sebelum ditetapkan secara permanen pada saat AGM meeting atau Council meeting. Jika dinilai berhasil, penerapan time clock dan ketentuan permainan berkelanjutan ini akan diberlakukan secara penuh sepanjang tahun 2026. Untuk pertandingan yang belum menggunakan Time Clock, penilaian penundaan tetap dilakukan seperti sebelumnya, dengan penekanan bahwa penerima servis harus mengikuti tempo server.

Advertisement