Ekonomi Bisnis

Bocoran! 2 Perusahaan Kakap ini Bakal IPO di Awal 2026?

IHWAL.ID – Dua perusahaan besar di sektor energi dan infrastruktur, PT Titan Infra Sejahtera (TIS) dan PT Anugrah Neo Energy Materials (ANEM), santer dikabarkan tengah mempersiapkan langkah strategis untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Aksi korporasi ini diproyeksikan menjadi momentum penting dalam memperkuat struktur permodalan industri energi nasional di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data yang dihimpun, TIS akan fokus pada penguatan kapasitas logistik batu bara di Sumatra Selatan, sementara ANEM membidik pendanaan jumbo untuk pengembangan industri hilirisasi nikel ramah lingkungan. Langkah kedua perusahaan ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi sumber daya alam Indonesia secara lebih terintegrasi dan berkelanjutan.

Penguatan Logistik Sumatra Selatan

TIS memposisikan diri sebagai pemain kunci yang mengoperasikan infrastruktur logistik batu bara terbesar dan terintegrasi di wilayah Sumatra Selatan. Melalui IPO ini, perusahaan berencana memperluas kapasitas operasional guna memaksimalkan potensi cadangan batu bara yang sangat besar di wilayah tersebut.

Pemanfaatan dana dari pasar modal akan diarahkan untuk mengoptimalkan jalur logistik terpanjang yang saat ini dikelola perusahaan. Hal ini dilakukan demi menjamin kelancaran rantai pasok energi baik untuk kebutuhan domestik maupun pasar internasional.

Ambisi Nikel Hijau dan Dana Jumbo ANEM

Di sisi lain, PT Anugrah Neo Energy Materials (ANEM) dikabarkan mengincar perolehan dana fantastis yang diperkirakan menembus angka Rp 5 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung ambisi perusahaan menjadi pionir dalam industri nikel ramah lingkungan di tanah air.

Dilansir dari laman resmi perusahaan, Neo Energy memiliki dua aset tambang besar, yaitu TAS dan MDK, dengan luas area masing-masing melebihi 10.000 hektare. Berdasarkan informasi tersebut, total sumber daya dari kedua tambang itu diperkirakan mencapai ratusan juta Wet Metric Ton (WMT).

Perusahaan juga tengah mengembangkan fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) yang menggunakan teknologi hidrometalurgi generasi terbaru. Sistem ini diklaim jauh lebih efisien, hemat energi, serta lebih ramah lingkungan dibandingkan teknologi pendahulunya.

Fasilitas HPAL tersebut dirancang untuk memproduksi ratusan ribu ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) per tahun. Produk ini merupakan bahan baku utama dalam pembuatan baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle) yang permintaannya terus meningkat secara global.

Singkatnya, TIS dan ANEM sedang bersiap masuk bursa saham untuk mencari modal besar. Tujuannya supaya bisnis logistik batubara makin lancar dan pembangunan pabrik bahan baku baterai mobil listrik yang ramah lingkungan bisa cepat terealisasi.