Ekonomi Bisnis

Saham BUMI Melonjak Drastis Sentuh Level Tertinggi Sejak 2017

Advertisement

IHWAL.IDHarga saham emiten pertambangan Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan Senin (5/1/2026). Sentimen positif ini dipicu oleh aksi korporasi strategis perusahaan yang baru saja merampungkan akuisisi mayoritas saham perusahaan asal Australia, Jubilee Metals Limited (JML).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BUMI terpantau melesat hingga 12,38 persen ke level Rp472 per lembar saham pada pukul 10.48 WIB. Angka ini menjadi rekor tertinggi saham BUMI sejak Februari 2017, melanjutkan tren positif reli kenaikan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir di tengah isu potensi inklusi indeks global.

Akuisisi Bernilai Ratusan Miliar

Lonjakan harga saham ini tidak lepas dari keberhasilan perseroan mengambil alih 5.734.770 saham Jubilee Metals Limited (JML) atau setara kepemilikan 64,98 persen. Transaksi besar tersebut diketahui telah rampung dilaksanakan pada 18 Desember 2025 lalu.

Mengutip keterbukaan informasi BEI yang dirilis pada Jumat (19/12/2025), Direktur BUMI, RA Sri Dharmayanti, memberikan konfirmasi mengenai detail nilai transaksi tersebut.

“Perseroan telah melakukan transaksi pengambil bagian atas sejumlah 3.312.632 saham baru yang diterbitkan oleh JML, suatu perusahaan yang didirikan di Australia Barat, dengan nilai transaksi sebesar Rp346.936.545.540 atau setara dengan 31.470.004 dolar Australia,” ujarnya.

Advertisement

Dari pernyataan tersebut, ditegaskan bahwa BUMI telah menggelontorkan dana sekitar Rp346,93 miliar untuk memuluskan langkah penguasaan saham mayoritas di perusahaan yang berbasis di Australia Barat tersebut.

Transformasi Bisnis Perseroan

Langkah agresif ini ditegaskan manajemen sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Sri mengungkapkan bahwa transaksi ini merupakan manuver krusial yang selaras dengan peta jalan transformasi BUMI.

Manajemen menekankan pentingnya upaya diversifikasi usaha agar perseroan tidak hanya bergantung pada sektor batu bara konvensional. Dengan masuknya JML ke dalam portofolio, BUMI berharap dapat memperkuat posisi fundamental dan memperluas jangkauan bisnis di luar sektor energi fosil.

Advertisement