Saham BBCA BBRI BMRI dan BBNI Tertekan di Zona Merah Jelang Jeda Siang

Empat saham bank besar BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI kompak terkoreksi pada sesi I perdagangan Jumat (2/1/2026).
Bank Mandiri (BMRI)

IHWAL.ID – Empat saham perbankan dengan kapitalisasi pasar besar, yakni BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI, terpantau kompak mengalami pelemahan pada sesi I perdagangan Jumat (2/1/2026). Hingga sekitar pukul 11.23 WIB, keempat emiten tersebut masih tertahan di zona merah di tengah dinamika pasar awal tahun.

Penurunan terdalam dialami oleh saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) yang merosot hingga 2,29 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan jual pada sektor perbankan meskipun di saat yang sama beberapa emiten sektor lain mencatatkan penguatan.

Koreksi Serentak Saham Perbankan

Berdasarkan data perdagangan dari aplikasi Stockbit, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 0,62 persen ke level Rp8.025 per saham. Hingga pukul 11.23 WIB, volume perdagangan BBCA tercatat sebesar 32,21 juta saham dengan kecenderungan grafik yang terus menurun sejak pembukaan pagi.

Langkah yang sama diikuti oleh saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang terkoreksi 0,82 persen ke posisi Rp3.630 per lembar. Volume transaksi BBRI mencapai 118,65 juta saham, masih cukup jauh dari rata-rata harian yang berada di angka 217,28 juta.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) juga mencatatkan penurunan sebesar 0,49 persen ke level Rp5.075 per saham. Per pukul 11.22 WIB, volume perdagangan BMRI terpantau berada di angka 34,6 juta saham.

BBNI Catatkan Penurunan Tertajam

Pelemahan paling signifikan pada sektor ini terjadi pada saham BBNI yang terpangkas 100 poin atau turun 2,29 persen ke harga Rp4.270. Volume transaksi BBNI tercatat sebanyak 16,19 juta saham dengan total volume harian rata-rata mencapai 47,19 juta.

Dilansir dari data grafik Stockbit, pergerakan keempat saham perbankan ini menunjukkan pola penurunan yang serupa sejak pukul 09.00 WIB. Pelemahan massal ini seringkali dikaitkan dengan aksi ambil untung (profit taking) investor pada saham-saham berkapitalisasi besar.

Meskipun berada di zona merah, volume perdagangan keempat saham ini masih terpantau stabil di bawah rata-rata harian. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tekanan jual belum mencapai puncaknya hingga berakhirnya sesi pertama perdagangan.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini

Berita terkait