IHWAL.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi merilis kalender libur operasional untuk periode Desember 2025. Pengumuman ini bertepatan dengan hari perdagangan terakhir tahun ini yang jatuh pada Selasa (30/12).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup lembaran tahun 2025 dengan bertengger di zona hijau meskipun penguatannya tergolong tipis. Aktivitas pasar modal akan kembali dihentikan sementara mulai Rabu (31/12) guna menyambut pergantian tahun.
Berdasarkan data resmi dari laman BEI, berikut adalah rincian hari libur bursa selama bulan Desember 2025:
- Kamis, 25 Desember 2025: Hari Raya Natal.
- Jumat, 26 Desember 2025: Cuti Bersama Hari Raya Natal.
- Rabu, 31 Desember 2025: Libur Bursa Akhir Tahun.
Selain hari libur nasional tersebut, operasional bursa juga ditiadakan pada setiap Sabtu dan Minggu selama bulan Desember.
Analisis Performa IHSG di Akhir Tahun
IHSG mengakhiri sesi perdagangan dengan kenaikan 0,03 persen ke level 8.646,93 pada penutupan Selasa (30/12). Meski demikian, indeks LQ45 justru mengalami koreksi sebesar 0,64 persen menuju posisi 846,57.
Sektor consumer siklikal menjadi penggerak utama pasar dengan lonjakan signifikan mencapai 3,03 persen. Nilai transaksi harian di bursa tercatat mencapai Rp 20,6 triliun dengan volume perdagangan sebesar 39,5 miliar lembar saham.
Pandangan Pengamat Terhadap Sikap Investor
Analis pasar modal, Reydi Octa, mengamati bahwa para pemodal cenderung mengambil langkah wait and see di penghujung tahun. Banyak investor memilih untuk mengamankan keuntungan daripada menahan posisi selama masa libur panjang.
Faktor lain yang memengaruhi laju indeks adalah jadwal ex-date dividen dari emiten besar seperti BBRI dan ADRO. Kondisi ini menyebabkan pergerakan IHSG sedikit tertahan di tengah sentimen positif dari sektor infrastruktur dan keuangan.
Catatan Kinerja Saham Pilihan
Sejumlah saham mencatatkan pergerakan bervariasi, di mana SMGR berhasil menguat 0,76 persen ke harga Rp 2.640. Sementara itu, saham AUTO dan MMLP masing-masing mengalami pelemahan tipis sebesar 0,37 persen dan 0,40 persen.
Saham BOGA terpantau bergerak stagnan di posisi Rp 1.115 per lembar pada akhir penutupan perdagangan. Secara keseluruhan, terdapat 346 saham yang menguat berbanding 317 saham yang melemah pada hari terakhir bursa tersebut.





