Ekonomi Bisnis

Bikin Geger, Saham INET Anjlok Besar

IHWAL.IDHarga saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mengalami tekanan signifikan hingga menyentuh batas auto reject bawah (ARB) pada perdagangan Jumat (19/12/2025), meskipun perusahaan melaporkan pertumbuhan laba bersih yang fantastis hingga 819 persen secara tahunan.

Penurunan harga sebesar 14,71 persen ke level Rp 725 ini terjadi tepat saat emiten telekomunikasi tersebut resmi keluar dari papan pemantauan khusus full call auction (FCA).

Berdasarkan data perdagangan bursa, sebanyak 585,94 juta saham INET ditransaksikan dengan frekuensi mencapai 62.070 kali. Total nilai transaksi tercatat sebesar Rp 436,77 miliar, di mana investor asing membukukan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp 68,75 miliar.

Meski ditekan aksi jual asing, investor domestik terpantau memanfaatkan momentum ini untuk melakukan akumulasi saham. Broker Stockbit Sekuritas dan Mandiri Sekuritas mencatatkan aksi beli bersih (net buy) masing-masing sebesar Rp 77,3 miliar dan Rp 19,3 miliar.

Lonjakan Profitabilitas dan Efisiensi

Dilansir dari laporan keuangan perusahaan, INET menunjukkan pemulihan profitabilitas yang kuat pada kuartal III-2025 (3Q25). Hal ini tercermin dari kenaikan gross profit margin (GPM) menjadi 66,3 persen serta pencapaian EBITDA sebesar Rp 18 miliar, atau melonjak 53 persen secara quarter-on-quarter (qoq).

Mengenai performa impresif tersebut, analis Samuel Sekuritas Indonesia, Jonathan Guyadi dan Jason Sebastian dalam risetnya menyatakan: “Pencapaian itu sekitar 85% dari estimasi setahun penuh, mengindikasikan potensi kenaikan terhadap proyeksi.”

Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa realisasi kinerja keuangan emiten ini telah mendekati target tahunan lebih cepat dari perkiraan semula. Lonjakan laba bersih selama sembilan bulan pertama tahun 2025 mencapai Rp 19,4 miliar, didorong oleh efisiensi belanja operasional (opex) dan perbaikan bauran pendapatan.

Ekspansi Layanan Internet

Pendapatan perseroan pada 3Q25 melejit 190,5 persen secara tahunan menjadi Rp 23,6 miliar, yang mayoritas dikontribusikan oleh segmen internet service provider (ISP). Pertumbuhan pelanggan tercatat sangat masif, dari 220 ribu pelanggan pada Desember 2024 menjadi 1,5 juta pelanggan per September 2025.

Atas dasar pertumbuhan fundamental yang solid, Samuel Sekuritas menetapkan target harga saham INET pada level Rp 1.350 per lembar. Angka ini jauh di atas konsensus pasar yang berada di kisaran Rp 646 per lembar saham.