Pemerintah tengah mematangkan rencana pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026. Prioritas rekrutmen diproyeksikan akan mencakup alokasi signifikan bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat, dengan fokus pada formasi yang lebih menekankan kompetensi dasar dan administratif ketimbang tes fisik yang ketat.
Meskipun demikian, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) hingga Senin, 19 Januari 2026, belum mengumumkan secara resmi jadwal pasti dan rincian formasi CPNS 2026. Informasi ini disampaikan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini, yang menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu arahan dari Presiden Prabowo Subianto terkait pembukaan seleksi serta tengah melakukan penghitungan kebutuhan pegawai bersama kementerian dan lembaga.
KemenPAN-RB Masih Godok Kebutuhan Formasi
MenPAN-RB Rini Widyantini sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah masih berkonsentrasi menyelesaikan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) 2024, baik untuk jalur CPNS maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Kita lihat dulu, belum ada arahan dari bapak presiden. Kan kita harus hitung lagi, karena ini kan per lima tahunan, ini sudah kemarin kan yang 2024,” ujar Rini Widyantini, seperti dikutip dari salah satu media pada Jumat (2/1/2026).
Kementerian PAN-RB telah meminta seluruh kementerian dan lembaga untuk melakukan pemetaan kebutuhan pegawai berdasarkan strategi lima tahun ke depan. Langkah ini diambil untuk menentukan kebutuhan penambahan maupun pengurangan jabatan sebelum keputusan pembukaan seleksi CPNS 2026 ditetapkan. Hal ini sejalan dengan program regenerasi ASN yang mengutamakan pemerataan kesempatan kerja dan peningkatan kualitas pelayanan publik di seluruh Indonesia.
Peluang Formasi Lulusan SMA Tanpa Tes Fisik Ketat
Meskipun jadwal resmi belum diumumkan, beberapa kementerian dan lembaga telah memberi sinyal pembukaan formasi yang relevan bagi lulusan SMA/SMK. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) misalnya, menyatakan akan memfokuskan rekrutmen pada lulusan PKN STAN dan SMA, dengan kuota masing-masing 279 untuk STAN dan 300 untuk SMA. Lulusan SMA ini direncanakan bertugas sebagai tenaga lapangan di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Sementara itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga membuka peluang formasi CPNS 2026 untuk jabatan periset di berbagai bidang prioritas. Formasi lain yang diprediksi akan dibuka untuk lulusan SMA/SMK meliputi tenaga teknis kependudukan, operator sistem informasi daerah, dan staf administrasi umum. Untuk lulusan SMK Teknik Komputer dan Informatika, peluang besar terbuka di formasi operator sistem informasi, teknisi IT, administrator database, dan petugas helpdesk di berbagai kementerian.
Adapun jenis jabatan yang diperkirakan tidak akan mensyaratkan tes fisik ketat, melainkan lebih menekankan kompetensi dasar, ketelitian, dan kemampuan kerja administratif, antara lain: Asisten Penata Kelola Intelijen (Badan Intelijen Negara/BIN), petugas administrasi di berbagai kementerian, operator layanan publik, dan staf tata usaha. Jabatan-jabatan ini cenderung membutuhkan kemampuan kognitif dan teknis daripada kekuatan fisik.
Baca juga: Seleksi CPNS 2026 Terancam Batal? KemenPANRB Beri Klarifikasi Mengejutkan soal Jadwal Resminya!
Formasi dengan Syarat Tes Fisik Tetap Ada
Namun, perlu dicatat bahwa tidak semua formasi untuk lulusan SMA/SMK akan bebas dari tes fisik. Beberapa posisi yang secara inheren membutuhkan kekuatan dan ketahanan fisik, seperti Penjaga Tahanan di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) dan Kejaksaan Agung, Petugas Pemasyarakatan, Polisi Bintara (Kepolisian Negara RI), Petugas Pemadam Kebakaran, Petugas SAR, serta Pengamat Gunung Api di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), masih akan menyertakan tes fisik dan kesamaptaan yang ketat.
Tes kesehatan yang meliputi pemeriksaan fisik, psikis, dan deteksi dini penyakit juga menjadi syarat umum yang harus dilampirkan dan dipertimbangkan dalam proses seleksi untuk semua formasi CPNS. Bahkan untuk formasi Polisi Kehutanan (Polhut), tes kesamaptaan memiliki bobot nilai yang sangat besar, di mana fisik yang lemah dapat menggugurkan peserta meskipun nilai tes CAT tinggi.
Persiapan dan Tahapan Seleksi
Secara umum, persyaratan dasar pendaftaran CPNS 2026 mencakup usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun per 1 Januari 2026, memiliki ijazah SMA/SMK yang diakui pemerintah, sehat jasmani dan rohani, serta tidak pernah dipidana. Calon pelamar juga wajib menyertakan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang masih berlaku.
Tahapan seleksi diperkirakan akan meliputi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang mencakup Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP), diikuti dengan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) sesuai formasi masing-masing. Tahap akhir biasanya melibatkan tes kesehatan dan psikologi. Sistem penilaian menggunakan ranking berdasarkan nilai gabungan SKD dan SKB.
Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada informasi yang bersumber dari akun tidak resmi dan selalu memantau perkembangan informasi resmi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan KemenPAN-RB melalui portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) di sscasn.bkn.go.id.






