Nottingham – Jabatan manajer di klub Liga Primer Inggris, Nottingham Forest, kembali bergejolak. Kamis (12/2/2026) dini hari WIB, klub berjuluk The Garibaldi itu mengumumkan pemecatan manajer Sean Dyche. Keputusan ini menjadikan Dyche sebagai manajer ketiga yang didepak Nottingham Forest hanya dalam kurun waktu satu musim Liga Inggris 2025/2026.
Sean Dyche Dipecat Setelah 114 Hari Menjabat
Sean Dyche harus mengakhiri masa baktinya di Nottingham Forest setelah timnya hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Wolverhampton Wanderers, tim juru kunci klasemen. Pelatih berusia 54 tahun itu hanya menjabat selama 114 hari. Di bawah asuhannya, Nottingham Forest tertahan di peringkat ke-17 dengan 27 poin, hanya berjarak tiga angka dari zona degradasi.
Pemecatan Dyche menyusul dua manajer sebelumnya yang juga tak mampu bertahan lama. Ia menggantikan Ange Postecoglou yang hanya sempat menukangi tim selama kurang dari dua bulan.
Dua Manajer Sebelumnya
Sebelum Sean Dyche, Nuno Espirito Santo adalah manajer pertama yang dipecat Nottingham Forest pada 9 September 2025. Pria asal Portugal itu menjadi manajer pertama yang dipecat di Liga Inggris musim 2025/2026. Pemecatan Nuno disebut-sebut akibat perselisihannya dengan pemilik klub, Evangelos Marinakis. Nuno sempat mengkritik kebijakan transfer klub dan menilai skuad yang ada belum siap untuk mengarungi musim baru.
Ange Postecoglou kemudian didatangkan untuk menggantikan Nuno. Namun, nasibnya di City Ground tak lebih baik. Ia hanya bertahan dari 10 September hingga 18 Oktober 2025. Selama masa kepelatihannya, Nottingham Forest gagal meraih kemenangan dalam delapan pertandingan. Puncaknya adalah kekalahan 0-3 dari Chelsea di kandang, yang menjadi laga terakhir Postecoglou sebelum digantikan oleh Sean Dyche.
Riwayat Manajer Nottingham Forest Musim 2025/2026:
- Nuno Espirito Santo: Dipecat 9 September 2025
- Ange Postecoglou: 10 September – 18 Oktober 2025
- Sean Dyche: 22 Oktober 2025 – 12 Februari 2026
Status ‘kursi panas’ manajer Nottingham Forest ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan di Liga Primer Inggris dan tekanan yang dihadapi para pelatih untuk meraih hasil positif.






