Sepakbola

Pep Guardiola Desak Carabao Cup Ubah Aturan Demi Marc Guehi Main di Final

Manchester – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mendesak English Football League (EFL) selaku operator Carabao Cup untuk melonggarkan aturan terkait larangan bermain bagi pemain baru di partai final. Guardiola sangat membutuhkan kehadiran bek berusia 25 tahun, Marc Guehi, di laga puncak yang akan digelar bulan depan.

Aturan Transfer yang Membatasi

Nasib berbeda dialami oleh dua pemain rekrutan City di bursa transfer musim dingin. Antoine Semenyo, yang bergabung lebih awal, diizinkan bermain di ajang Carabao Cup. Namun, Marc Guehi menghadapi kendala karena aturan yang menyatakan pemain baru hanya dapat berpartisipasi jika didatangkan sebelum leg pertama semifinal, yang dilaksanakan pada 13 Januari lalu.

Semenyo bergabung dengan tim pada 9 Januari, sementara Guehi baru merapat pada 19 Januari. Akibatnya, Guehi tidak dapat memperkuat City saat mereka mengalahkan Newcastle United dengan skor 3-1 pada leg kedua semifinal di Stadion Etihad, Kamis (5/2/2026) dini hari WIB. Aturan yang sama juga berlaku untuk pertandingan final di Wembley pada 22 Maret mendatang.

Guardiola Pertanyakan Logika Aturan

Usai pertandingan semifinal, Guardiola menyuarakan keheranannya terhadap regulasi tersebut. “Semoga kami bisa meyakinkan panitia Carabao Cup bahwa Marc (Guehi) bisa bermain di final. Saya tak mengerti mengapa dia tak bisa bermain di final,” ujar Guardiola, dikutip dari BBC.

Ia melanjutkan, “Anda membeli pemain dengan harga mahal dan dia tak bisa bermain karena aturan yang tidak saya mengerti. Semoga mereka bisa mengubahnya.”

Guardiola membandingkan situasi Guehi dengan Semenyo. “Antoine tiba sebelum (laga) pertama sehingga bisa bermain. Dan sekarang ini final. Mengapa dia (Guehi) tak boleh bermain? Mengapa tidak? Kami membayar gajinya, dia pemain kami.”

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa klub akan berupaya mengajukan permohonan. “Saya sudah bilang ke klub, mereka harus meminta, pasti. Saya tak mengerti alasan mengapa dia tak bisa bermain di final bulan Maret, padahal saya sudah lama berada di sini.”

Guardiola menekankan pentingnya logika dalam aturan transfer. “Aturan untuk membeli pemain tergantung pada FIFA, UEFA, Premier League yang mengatakan, oke, jendela transfer sudah dibuka, ketika Anda membeli pemain, Anda harus bermain, bukan? Itu logis. Tentu saja kami akan mencoba meminta dia bermain. Logika murni,” jelasnya.

Final Impian Melawan Arsenal

Manchester City dijadwalkan akan berhadapan dengan Arsenal di partai final. Pertandingan ini akan menjadi pertemuan perdana antara Pep Guardiola dan Mikel Arteta dalam perebutan gelar juara sebuah kompetisi.