Tim bulu tangkis Indonesia, baik putra maupun putri, harus puas terhenti di babak semifinal Badminton Asia Team Championship (BATC) 2026. Kekalahan ini diminta menjadi pelecut semangat untuk meraih prestasi lebih baik di ajang mendatang.
Kekalahan di Semifinal
Tim putra Indonesia takluk dari Jepang dengan skor 1-3 pada babak semifinal. Sementara itu, tim putri juga mengalami nasib serupa, kalah dari Korea Selatan dengan skor yang sama, 1-3.
Evaluasi PBSI
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi PBSI, Eng Hian, menjelaskan bahwa keikutsertaan tim di BATC 2026 merupakan bagian dari persiapan menuju Piala Thomas dan Uber. PBSI tidak menurunkan tim terbaiknya, melainkan memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk unjuk gigi.
“Keikutsertaan di BATC kami manfaatkan sebagai bagian dari persiapan menuju Thomas dan Uber Cup. Karena itu, kami tidak menurunkan full team, melainkan memberi kesempatan lebih besar kepada pemain-pemain muda,” ujar Eng Hian dalam rilis yang diterima detikSport.
Tujuan utama menurunkan pemain muda adalah untuk melihat kesiapan mereka di turnamen beregu internasional. Hal ini juga menjadi bahan evaluasi sebelum menyusun skuad Piala Thomas dan Uber, baik dari segi performa individu, mental bertanding, maupun strategi tim.
Selain aspek evaluasi, Eng Hian menambahkan bahwa BATC juga penting untuk menambah poin peringkat dunia, karena atlet yang bertanding tetap mendapatkan tambahan poin ranking.
Target dan Apresiasi
Meskipun tim putra tidak mencapai target final, Eng Hian mengapresiasi pencapaian tim putri yang berhasil meraih medali perunggu, sesuai dengan target yang dicanangkan.
“Dari sisi target, saya mengapresiasi pencapaian beregu putri yang berhasil meraih medali perunggu sesuai dengan target yang dicanangkan. Penampilan apik Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi dan kembalinya Ester Nurumi Tri Wardoyo dengan performa yang bagus juga menjadi hal positif yang bisa menjadi penilaian dan pertimbangan kami untuk persiapan ke Piala Uber,” tuturnya.
Ia mengakui bahwa hasil tim putra belum sesuai harapan. “Untuk beregu putra hasil ini tentunya tidak sesuai target, karena target kami adalah mereka bisa mencapai babak final. Penampilan beberapa pemain belum sesuai harapan, tentunya ini akan menjadi evaluasi untuk mendongkrak performa beregu putra jelang Piala Thomas.”
Eng Hian juga memberikan kredit bagi penampilan tim tunggal putra. “Di luar itu, kredit bagi daya juang dan penampilan tim tunggal putra yang cukup baik. Ubed, Prahdiska Bagas dan Richie semakin menunjukkan kematangan dalam bertanding.”
Terakhir, Eng Hian menyampaikan terima kasih atas pencapaian medali perunggu yang diraih kedua tim. “Semoga medali ini semakin menambah motivasi dan kepercayaan diri para pemain untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi,” tutupnya.






