Pelatih Feyenoord, Robin van Persie, memindahkan sesi latihan timnya ke Belgia pekan ini. Langkah ini diambil agar pemain rekrutan terbarunya, Raheem Sterling, bisa segera beradaptasi dan berlatih bersama rekan-rekan barunya.
Izin Kerja Jadi Kendala
Sterling resmi bergabung dengan Feyenoord pada pekan lalu dengan kontrak hingga akhir musim. Namun, ia belum dapat bermain atau berlatih di Belanda karena izin kerjanya belum turun. Akibatnya, Sterling hanya bisa menjadi penonton saat Feyenoord meraih kemenangan 1-0 atas Go Ahead Eagles di Liga Belanda akhir pekan lalu.
Langkah Tak Biasa Van Persie
Untuk mempercepat proses adaptasi Sterling, Van Persie mengambil keputusan tak lazim. Ia membawa seluruh skuadnya ke Tubize, Belgia, yang berjarak 137 kilometer dari Rotterdam. Lokasi ini dipilih agar Sterling dapat segera mengenal rekan-rekan setimnya sembari menunggu izin kerja tersebut terbit.
“Salah satu alasannya adalah agar Sterling bisa berlatih bersama tim,” ujar Van Persie terkait latihan di Tubize, seperti dikutip BBC. “Tapi kami juga bisa membangun budaya tim di sana. Ini demi Raheem dan demi proses-proses yang akan kami lakukan,” tegas eks pemain Arsenal dan Manchester United tersebut.
Harapan Laga Berikutnya
Rencananya, Feyenoord akan kembali ke Rotterdam setelah sesi latihan pada Rabu (18/2/2026). Pihak klub berharap izin kerja Sterling sudah dapat turun sebelum laga kandang melawan Telstar pada Senin (23/2) pukul 02.00 WIB, sehingga ia dapat diturunkan dalam pertandingan tersebut.
Profil Raheem Sterling
Feyenoord menjadi klub pertama Sterling di luar Inggris. Sebelumnya, ia pernah memperkuat klub-klub besar seperti Liverpool, Manchester City, Chelsea, dan Arsenal. Periode paling suksesnya terjadi saat membela Manchester City, di mana ia berhasil meraih 11 trofi domestik, termasuk empat gelar Liga Inggris. Kepindahan ke Feyenoord diharapkan dapat menjadi titik balik kariernya yang dinilai meredup sejak bergabung dengan Chelsea pada tahun 2022. Besar harapan agar ia dapat kembali dipanggil memperkuat Timnas Inggris, yang terakhir kali ia bela pada Piala Dunia 2022.






