Tanger – Nasib Mesir di Piala Afrika 2025 harus terhenti di babak semifinal setelah takluk 0-1 dari Senegal. Mohamed Salah, yang diharapkan menjadi andalan, tampil di bawah performa terbaiknya dalam laga krusial tersebut. Pertandingan antara Senegal dan Mesir digelar di Ibn Batouta Stadium, Tanger, pada Kamis (15/1/2026) dini hari WIB.
Dominasi Senegal Berbuah Gol
Sejak awal pertandingan, Senegal menunjukkan dominasi yang signifikan. Tim berjuluk Singa Teranga ini menguasai jalannya laga, baik dari segi penguasaan bola maupun jumlah peluang yang diciptakan. Dominasi tersebut akhirnya berbuah manis di babak kedua.
Gol tunggal kemenangan Senegal dicetak oleh Sadio Mane. Sepakan kerasnya dari luar kotak penalti tak mampu dijangkau kiper Mesir, mengirim bola meluncur deras ke gawang. Kemenangan 1-0 ini memastikan Senegal melaju ke partai final Piala Afrika 2025.
Antiklimaks Performa Mohamed Salah
Bagi Mesir, kekalahan ini berarti kegagalan untuk meraih gelar juara Piala Afrika, yang terakhir kali mereka raih pada tahun 2010. Mohamed Salah, bintang Liverpool yang menjadi kapten timnas Mesir, menampilkan performa yang jauh dari harapan. Sofascore mencatat, Salah tidak melepaskan satu pun tembakan sepanjang 90 menit pertandingan dan tidak menciptakan umpan kunci.
Performa memble ini menjadi sebuah antiklimaks, mengingat Salah tampil gemilang di laga-laga sebelumnya. Ia berhasil mencetak total 4 gol dan 1 assist dari empat pertandingan di Piala Afrika 2025, termasuk dua gol di fase grup dan dua gol di babak gugur. Namun, ketajamannya seolah lenyap saat menghadapi Senegal, tim yang diperkuat mantan rekan setimnya di Liverpool, Sadio Mane.
Rekor Buruk Salah di Piala Afrika
Hasil ini menambah daftar panjang kegagalan Mohamed Salah di Piala Afrika. Ini adalah kali kelima Salah gagal membawa Mesir meraih gelar. Capaian terbaiknya sejauh ini adalah membawa Mesir menjadi runner-up pada edisi 2017 dan 2021.
Senegal Menanti Maroko di Final
Sementara itu, Senegal akan menghadapi Maroko di final Piala Afrika 2025. Tim berjuluk Singa Atlas tersebut berhasil mencapai babak puncak setelah mengalahkan Nigeria melalui drama adu penalti.






