Senegal nyaris melakukan aksi walk out di final Piala Afrika 2026 setelah merasa keputusan wasit tidak adil. Sadio Mane menjadi sosok krusial yang mengajak rekan-rekannya kembali ke lapangan, aksi yang kemudian disebut menyelamatkan wajah Afrika. Senegal akhirnya keluar sebagai juara setelah menang tipis 1-0 atas Maroko berkat gol Pape Guaye di babak perpanjangan waktu.
Momen Dramatis di Final
Pertandingan final Piala Afrika kali ini diwarnai drama. Senegal sempat memprotes keras keputusan wasit yang menganulir gol Abdoulaye Seck karena dinilai terjadi pelanggaran. Puncak ketegangan terjadi di injury time babak kedua ketika Maroko dihadiahi penalti setelah Brahim Diaz dijatuhkan oleh El Hadji Malick Diouf. Para pemain Senegal kembali memprotes, bahkan pelatih mereka sempat meminta timnya untuk walk out dari lapangan. Situasi memanas dengan para pemain Senegal satu per satu meninggalkan lapangan, menyisakan hanya tiga pemain, termasuk Sadio Mane.
Dalam momen krusial tersebut, Sadio Mane mengambil inisiatif untuk meminta rekan-rekannya kembali bermain. Ia dengan tegas mendesak timnya untuk menghadapi kenyataan dan melanjutkan pertandingan. Beruntung bagi Senegal, tendangan penalti Brahim Diaz berhasil digagalkan oleh kiper Edouard Mendy. Momen ini menjadi titik balik yang memungkinkan Senegal mencetak gol kemenangan melalui Pape Guaye.
Pujian untuk Aksi Heroik Mane
Aksi Sadio Mane menuai pujian dari berbagai kalangan, terutama para legenda sepakbola Afrika. Dilansir dari BBC, mantan penyerang Nigeria, Daniel Amokachi, menyatakan, “Mane melakukan upaya ekstra untuk membangkitkan kembali timnya dan itu membuahkan hasil.” Ia menambahkan, “Dia adalah duta sepakbola yang luar biasa. Kita tahu seperti apa kepribadiannya di luar lapangan dan dia tahu apa arti sepak bola sebenarnya.”
Hassan Kachloul, mantan pemain Maroko, juga turut mengapresiasi peran Mane. Ia menilai aksi Mane telah menyelamatkan citra sepakbola Afrika. “Sepakbola Afrika nyaris mengalami kemunduran, sampai Mane turun tangan,” ujar Kachloul. “Itu menunjukkan betapa hebatnya Mane,” tegasnya. Tanpa intervensi Mane, potensi walk out Senegal dapat menjadi noda besar dalam sejarah sepakbola Afrika.






