Kekalahan mengejutkan Real Madrid dari tim divisi dua, Albacete, di babak 16 besar Copa del Rey pada Kamis (15/1) dini hari WIB, meninggalkan suasana kelam di ruang ganti tim. Skor akhir 2-3 menjadi bukti kegagalan Los Blancos dalam laga yang digelar di kandang Albacete.
Jalannya Pertandingan yang Dramatis
Pertandingan babak 16 besar Copa del Rey ini menyajikan drama jual beli serangan. Albacete berhasil unggul lebih dulu melalui gol Villar pada menit ke-42. Namun, Real Madrid berhasil menyamakan kedudukan melalui Mastantuono di masa injury time babak pertama.
Memasuki babak kedua, Albacete kembali memimpin berkat gol Betancor di menit ke-82. Meski Gonzalo sempat menyamakan kedudukan, kemenangan Albacete dipastikan oleh sepakan cungkil Betancor pada menit ke-90+4, mengubur harapan Real Madrid melaju ke babak selanjutnya.
Suasana Dingin di Ruang Ganti
Menurut laporan dari Tribuna, usai kekalahan tersebut, para pemain Real Madrid tertunduk lesu di ruang ganti. Pelatih baru, Alvaro Arbeloa, yang menggantikan Xabi Alonso, berusaha membangkitkan semangat para pemainnya. Namun, respons yang diterima adalah keheningan total. Tidak ada satu pun pemain yang berani bersuara, bahkan pemain senior seperti Dani Carvajal memilih bungkam.
Rentetan Masalah Real Madrid
Kekalahan ini menambah daftar panjang masalah yang tengah dihadapi Real Madrid. Sebelumnya, tim ini juga menelan kekalahan 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Tersingkir dari Copa del Rey oleh tim kasta kedua semakin memperburuk situasi internal klub.
Situasi keruh ini diperparah dengan pemecatan Xabi Alonso dan isu ego pemain yang besar. Namun, Real Madrid dituntut untuk segera bangkit mengingat jadwal padat menanti di paruh kedua musim. Mereka harus mengejar ketertinggalan empat poin dari Barcelona di puncak klasemen LaLiga dan mengamankan posisi di delapan besar Liga Champions untuk lolos otomatis ke babak 16 besar.






