Tim nasional tenis Indonesia dipastikan tidak akan mengubah komposisi pemainnya dalam menghadapi sisa pertandingan Piala Davis World Group II 2026 melawan Togo. Duet Justin Barki dan Christopher Rungkat dinilai sebagai kunci untuk meraih kemenangan di nomor ganda.
Indonesia Unggul 2-0 Atas Togo
Pada hari pertama penyelenggaraan yang berlangsung Sabtu (7/1/2026) di Stadion Tenis GBK, Indonesia berhasil memimpin sementara dengan skor 2-0 atas tim tamu, Togo. Dua poin kemenangan disumbangkan oleh Muhammad Rifqi Fitriadi dan Justin Barki di nomor tunggal.
Rifqi Fitriadi tampil dominan mengalahkan Noah Koffi di partai Tunggal 1 dengan skor telak 6-1, 6-1. Sementara itu, Justin Barki tak kalah impresif dengan membungkam Kwami Stanislas Dussey di partai Tunggal 2, 6-0, 6-3.
“Hari ini alhamdullilah Indonesia memimpin atas Togo 2-0. Mudah-mudahan besok double juga bisa memenangkan pertandingan,” ujar Kapten Non Playing tim Indonesia, Sebastian da Costa, usai pertandingan.
Justin/Rungkat Siap Turun di Nomor Ganda
Kemenangan ini semakin memperkuat keyakinan tim Indonesia terhadap komposisi pemain yang telah ditetapkan. Justin Barki dijadwalkan akan berpasangan dengan Christopher Rungkat di nomor ganda, yang akan menjadi pembuka laga di hari kedua kejuaraan, Minggu (8/1).
Pasangan Justin/Rungkat akan menghadapi duet Togo, Kwami Stanislas Dussye/Jean-Paul Kadangah Kili. Sebastian da Costa menegaskan bahwa tidak ada perubahan dalam rencana tersebut.
“Tidak ada perubahan. Besok Justin dengan Christo yang main. Semisal besok kita bisa ambil 3-0, maka dua nomor tunggalnya akan kita ubah,” jelas Sebastian.
Misi Revans Rifqi Fitriadi
Bagi Muhammad Rifqi Fitriadi, pertemuan dengan Togo kali ini memiliki makna tersendiri. Ia menilai kesempatan ini sebagai ajang revans atas kekalahan pahit Indonesia pada babak play-off relegation Davis Cup World Group II 2024 lalu.
Saat itu, Indonesia harus mengakui keunggulan Togo dengan skor tipis 2-3, yang berujung pada degradasi tim Merah Putih ke Grup III.
“Waktu kami kalah dengan Togo itu benar-benar sedih, kecewa banget. Itu bukan cuma kalah tapi pertama kalinya kami turun ke Grup III Davis Cup sepanjang sejarah,” kenang Rifqi dengan nada getir.
Pertandingan hari kedua akan dilanjutkan dengan nomor ganda, diikuti oleh dua partai tunggal terakhir. Indonesia hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk memastikan lolos ke babak selanjutnya.






