Badminton

PBSI Akui Hasil Indonesia Masters 2026 Belum Optimal, Fokus Poles Junior

Jakarta – Tuan rumah hanya mampu meraih satu gelar juara dalam ajang Indonesia Masters 2026. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PBSI, Eng Hian, mengakui capaian tersebut belum menjadi hasil terbaik, namun dinilai sudah cukup baik. Dibandingkan dengan edisi tahun lalu, di mana wakil Indonesia hanya mampu menempatkan dua finalis dari sektor tunggal putra Jonatan Christie dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, tahun ini tim Merah Putih berhasil memperbaiki torehan dengan satu gelar dari Alwi Farhan dan satu gelar runner-up dari ganda putra Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.

Capaian ini menjadi lebih istimewa mengingat dominasi pemain-pemain muda yang berhasil menembus babak semifinal. Empat dari enam wakil Indonesia yang lolos ke babak empat besar berasal dari generasi muda. Selain Alwi Farhan dan Raymond/Joaquin, nama Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, serta Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum juga turut unjuk gigi.

“Dari hasil di Indonesia Masters alhamdullilah kita mendapat satu gelar. Tentunya ini bukan hasil yang terbaik pasti,” ujar Eng Hian dalam konferensi pers yang digelar Minggu (25/1/2026).

Ia menambahkan, jika melihat perjalanan satu tahun kepengurusan PBSI, ada perkembangan signifikan. “Kita melihat dari perjalanan satu tahun kepengurusan ini, kita flashback dari Indonesia Masters tahun lalu, kita mendapat finalis dari pemain senior. Tahun ini, dari pemain yang lolos semifinal lebih banyak dari generasi muda., yang tahun lalu belum diperhitungkan sama sekali, tapi tahun ini sudah lebih baik,” tuturnya.

Meskipun demikian, Eng Hian menegaskan bahwa hasil ini akan menjadi bahan evaluasi bagi dirinya dan tim pelatih untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen selanjutnya, terutama Indonesia Open yang akan digelar pada 2-7 Juni mendatang.

“Buat saya dan pelatih harus buatkan program supaya kapasitas dan kemampuan atlet-atlet yang sudah berprestasi di Indonesia Masters bisa berprestasi di Indonesia Open mendatang, yang secara level dan lawan-lawannya yang hadir pun akan lebih tinggi,” jelas Eng Hian.

Terkait strategi untuk meningkatkan performa, Eng Hian memaparkan bahwa pihaknya akan melakukan tinjauan dari berbagai aspek. “Kami melihat progres dari pemain-pemain muda ini terlihat dari pertama dari babak yang mereka lampaui, bagaiman performa mereka di lapangan dibandingkan tahun lalu. Itu kita bisa melihat secara konfeherensif,” katanya.

Sementara itu, untuk para pemain senior, PBSI mengharapkan hasil yang lebih gemilang. “Kami berharap seperti Fajar/Fikri tentunya di level 750 dan 1000,” ucapnya.

Sebelum Indonesia Open, Fajar/Fikri akan menghadapi dua turnamen besar lainnya. Salah satunya adalah All England yang merupakan turnamen Super 1000 pada Maret mendatang.

“Tentunya buat Fajar/Fikri, All England jadi sasaran utama. Lalu Indonesia Open, dan puncaknya Asian Games di tahun ini. Kami masih berharap prestasi di Indonesia dan tak tertutup kemungkinan junior-junior ini seperti Alwi Farhan, Ubed, Raymond/Joaquin menjadi catatan dan evaluasi kita bisa mencapai performanya di Olimpiade 2028,” pungkas Eng Hian.