Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PB PI) tengah berpacu dengan waktu untuk mempersiapkan atlet terbaiknya menghadapi Asian Games 2026. Namun, kepastian mengenai jumlah nomor yang akan dipertandingkan masih menjadi sorotan utama.
Padel Dipastikan Jadi Cabor Resmi
Padel secara resmi diumumkan akan menjadi cabang olahraga yang dimainkan di Asian Games 2026 oleh Olympic Council of Asia (OCA). Keputusan ini disambut positif oleh PB PI yang segera bergerak cepat dalam menyiapkan Tim Nasional (Timnas) secepat mungkin. Sebagai langkah awal, PB PI berencana merekrut pelatih asing dari Jerman dan Spanyol. Satu pelatih akan bertindak sebagai penasihat program, sementara yang lainnya akan fokus melatih teknik dan keterampilan pemain Timnas sesuai dengan kurikulum Federasi Internasional Padel (FIP).
Ketidakpastian Jumlah Nomor Pertandingan
Ketua Umum Pengurus Besar Padel Indonesia (PB PI), Galih Kartasasmita, menyatakan bahwa padel dipastikan akan tampil sebagai cabang olahraga resmi, bukan sekadar nomor demonstrasi. “Alhamdulillah kemarin dari FIP-nya sudah nelfon ke sekjenan kami, bahwa di Asian Games hampir bisa dipastikan akan jadi cabor, bukan demo. Tapi pertanyaan kami ialah berapa nomor (yang dipertandingkan). Nah, itu yang masih belum didetailkan,” kata Galih dalam keterangannya di kawasan Jakarta Utara, Selasa (17/2/2026).
Galih menjelaskan bahwa FIP masih dalam proses memikirkan jumlah nomor yang akan dipertandingkan. Hal ini dikarenakan ketersediaan lapangan padel di Nagoya, lokasi penyelenggaraan Asian Games, masih terbatas. “Mereka cuma punya beberapa court. Jadi, mereka harus memikirkannya. Apa bisa di kota lain, atau harus di satu kota, Nagoya itu. Karena itu yang akan menentukan berapa nomor nanti akan dipertandingkan. Tapi, mereka sudah yakin akan jadi nomor cabor,” tuturnya.
Rencana Seleknas dan Pemusatan Latihan
Sambil menunggu kepastian jumlah nomor pertandingan, Galih telah merencanakan pelaksanaan Seleksi Nasional (Seleknas) yang dijadwalkan pada akhir Juli mendatang, setelah Sirkuit Nasional (Sirnas) rampung. “Jadi, selesai Sirnas, saya langsung bikin Seleknas karena datanya sudah ada full. Jadi nanti komposisi Timnasnya sudah langsung 100 persen, langsung TC. Tapi berapa jumlah atletnya (yang terseleksi) tergantung dari nomor yang akan dipertandingkan nanti,” ujar Galih.


