Pentolan band rock legendaris Oasis, Noel Gallagher, melontarkan pandangan sinis terhadap Manchester United. Ia menilai klub berjuluk Setan Merah itu kini seperti terjebak di masa lalu dan berpotensi membuat para pemainnya menjadi ‘gila’. Pernyataan ini muncul di tengah ketidakpastian manajemen MU yang baru saja memecat manajer Ruben Amorim.
Manajemen MU Berubah-ubah, Nasib Amorim Singkat
Ruben Amorim harus mengakhiri masa baktinya di Old Trafford lebih cepat dari perkiraan. Pelatih asal Portugal itu hanya menjabat selama 14 bulan sebelum akhirnya dipecat pada awal pekan ini. Pemecatan ini terjadi meski Amorim berhasil membawa MU menembus lima besar klasemen sementara Premier League, sebuah peningkatan signifikan dari posisi ke-15 musim sebelumnya.
Hingga kini, Manchester United belum memberikan alasan resmi di balik pemecatan Amorim. Namun, spekulasi beredar bahwa komentar pedas sang pelatih pasca hasil imbang 2-2 melawan Bournemouth menjadi pemicu utama. Situasi ini kembali membuka bursa calon manajer baru MU, dengan nama-nama seperti Gareth Southgate, Oliver Glasner, dan Unai Emery disebut-sebut sebagai kandidat kuat.
Gallagher: Uang Jadi Satu-satunya Alasan Pemain Bergabung
Menanggapi hiruk-pikuk bursa pelatih baru MU, Noel Gallagher, yang juga dikenal sebagai penggemar berat Manchester City, memberikan pandangannya. Ia berpendapat bahwa MU kini kesulitan menarik pelatih maupun pemain berkualitas karena reputasi klub yang tercoreng dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya pikir Anda terjebak di masa lalu. Dulu pekerjaan itu [manajer MU] dan para pemain yang pergi ke sana adalah puncak tertinggi sepakbola Inggris bukan?” ujar Gallagher kepada TalkSPORT. Ia melanjutkan, “Sekarang tidak lagi. Seorang pemain akan benar-benar gila jika pergi ke sana. Satu-satunya alasan Anda pergi ke sana adalah karena uang, karena klub hancur berantakan seluruhnya.”
Gallagher juga menyoroti banyaknya suara kritis dari mantan pemain yang kerap berkomentar tentang MU. “Kemudian ada terlalu banyak suara-suara dari luar, Anda tahu kan [Gary] Neville, [Rio] Ferdinand, semua orang itu – Anda tidak bisa disalahkan terus ketika sudah berbuat benar di klub,” tegasnya.






