Sepakbola

AFC Ingatkan Malaysia: Kalah Banding di CAS Berujung Sanksi Internasional

Advertisement

Kuala Lumpur – Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) memberikan peringatan keras kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) mengenai potensi sanksi internasional jika kalah dalam banding di Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS). Sekjen AFC, Datuk Seri Windsor Paul John, menyatakan bahwa sanksi tersebut dapat mencakup pengucilan di kancah internasional, mulai dari level klub hingga pembatasan bagi wasit.

Ancaman Sanksi Berlapis

Windsor Paul John menjelaskan bahwa penangguhan aktivitas sepak bola Malaysia oleh FIFA akan berdampak signifikan. “Jika FAM ditangguhkan, aktivitas sepakbolanya akan terbatas di Malaysia. Klub-klub tidak dapat berpartisipasi dalam kompetisi AFC, termasuk Liga Champions AFC Elite (ACLE) dan Liga Champions AFC Dua (ACL2),” katanya, mengutip laporan Scoop.

Lebih lanjut, ia merinci potensi sanksi tersebut. “Slot mereka dalam turnamen-turnamen ini akan dicabut. Bahkan pertandingan persahabatan yang melibatkan tim nasional dari level pemuda hingga senior tidak akan diizinkan. Wasit dan ofisial juga dilarang bertugas di luar negeri,” ujar Windsor saat dihubungi.

Implikasi langsung dari sanksi ini akan dirasakan oleh klub-klub Malaysia yang saat ini tengah berkompetisi di ajang AFC. Johor Darul Ta’zim (JDT) dan Selangor FC, yang berpartisipasi di ACLE dan ACL2, terancam langsung dicoret jika Malaysia dijatuhi sanksi.

Kasus Naturalisasi dan Pemalsuan Dokumen

Permasalahan ini berawal dari sengketa skandal naturalisasi yang melibatkan tujuh pemain. FAM mengajukan banding ke CAS menuntut digugurkannya sanksi FIFA terkait kasus di mana tujuh pemain naturalisasi tersebut ternyata tidak memiliki darah keturunan Malaysia.

Advertisement

Investigasi FIFA menemukan bahwa ketujuh pemain tersebut tidak memiliki garis darah Malaysia, yang berujung pada sanksi denda bagi FAM. Selain itu, ketujuh pemain itu juga didenda dan dilarang bermain selama 12 bulan.

Upaya banding FAM ke FIFA sebelumnya ditolak. FIFA justru mengungkap adanya pemalsuan dokumen yang sistematis dalam proses naturalisasi ketujuh pemain tersebut. Hingga kini, pihak-pihak yang terlibat dalam pengurusan kewarganegaraan pemain, baik dari FAM maupun Imigrasi Malaysia, membantah keterlibatan dalam pemalsuan dokumen tersebut.

FAM kini tengah menanti hasil putusan banding di CAS. Potensi sanksi yang lebih berat, termasuk pembekuan aktivitas sepak bola Malaysia, dapat dijatuhkan oleh FIFA apabila CAS menolak banding yang diajukan.

Advertisement