Sepakbola

Mario Balotelli Alami Serangan Rasisme di Liga Uni Emirat Arab

DUBAI – Penyerang veteran Mario Balotelli melaporkan mengalami serangan rasisme dari suporter lawan saat membela klub barunya, Al Ittifaq, di Liga Uni Emirat Arab. Insiden ini terjadi setelah pertandingan melawan Dubai City.

Balotelli Ungkap Pengalaman Pahit

Balotelli, yang bergabung dengan Al Ittifaq pada Januari 2026 setelah meninggalkan Genoa, mengungkapkan kekecewaannya atas perlakuan yang diterimanya. Ini merupakan klub ke-14 sepanjang karier profesionalnya.

“Selama laga, saya diserang beberapa kali. Mereka menirukan suara monyet dan berteriak ‘makan pisang’,” ujar Balotelli, seperti dikutip dari Tribuna. Ia mengaku terkejut karena pengalaman serupa pernah dialaminya di liga lain.

“Saya sudah pernah mengalaminya, tapi tidak menyangka akan terjadi di sini. Semoga ada aksi nyata atas hal tersebut,” tambahnya.

Seruan Anti-Rasisme

Pemain berusia 35 tahun itu menegaskan bahwa rasisme tidak memiliki tempat di dunia sepak bola. Ia berharap insiden ini menjadi perhatian dan memicu tindakan nyata untuk memberantas diskriminasi.

“Tidak ada tempat bagi rasisme di sepak bola. Itu tidak bisa dibenarkan,” tegas Balotelli. Ia menambahkan bahwa suaranya bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk semua pemain yang pernah menjadi korban rasisme.

“Saya bersuara bukan untuk diri saya sendiri tetapi untuk setiap pemain yang mengalaminya. Sudah cukup,” tutupnya.