IHWAL.ID – Manchester City gagal mengamankan poin penuh saat menjamu Chelsea di Etihad Stadium dalam lanjutan Liga Inggris 2025/2026, Senin (5/1/2026) dini hari WIB. Pertandingan berakhir imbang 1-1, di mana tuan rumah dibuat kesulitan oleh strategi efektif manajer interim debutan, Calum McFarlane.
Meski mendominasi jalannya laga, skuad asuhan Pep Guardiola harus kecolongan di menit-menit akhir. Keunggulan tuan rumah melalui gol Tijjani Reijnders berhasil disamakan oleh Enzo Fernandez pada masa injury time, menyelamatkan wajah Chelsea yang baru saja berpisah dengan manajer Enzo Maresca.
Efektivitas The Blues
Dilansir dari laman BBC, Manchester City sejatinya tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 57,8 persen dan melepaskan 14 tembakan. Namun, rapatnya pertahanan Chelsea yang digalang Benoit Badiashile membuat City frustrasi karena hanya mampu mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran.
Sebaliknya, Calum McFarlane yang baru promosi dari pelatih U-21 mampu meramu strategi serangan balik efektif. Meski minim pengalaman dibandingkan Guardiola yang telah memimpin ribuan laga, McFarlane sukses membawa anak asuhnya mencuri satu poin krusial dari kandang juara bertahan.
Respon Guardiola
Pep Guardiola mengakui bahwa timnya kehilangan kendali permainan, terutama di paruh kedua pertandingan. Ia menilai Chelsea bermain tanpa beban dan lebih berani mengambil risiko.
“Kami bermain cukup baik di babak pertama. Di babak kedua mereka memiliki peluang… Tentu saja di babak kedua mereka meningkatkan permainannya. Di babak pertama mereka sedikit lebih hati-hati, dan kemudian tidak punya apa-apa untuk dipertaruhkan, dan akhirnya mereka mendapatkan imbalannya,” ujar Guardiola dikutip dari situs resmi klub.
Dari pernyataan tersebut, tersirat kekecewaan Guardiola atas kegagalan timnya memanfaatkan momentum untuk mencetak gol tambahan sebelum lawan bangkit. Hasil ini menjadi catatan manis bagi McFarlane, meskipun posisinya dikabarkan akan segera digantikan oleh pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, dalam waktu dekat.






