London – Liam Rosenior menegaskan perannya di Chelsea murni sebagai pelatih kepala, tanpa campur tangan dalam urusan transfer pemain. Ia mengaku nyaman dengan struktur klub yang memisahkan tugas tersebut kepada lima direktur olahraga.
Fokus pada Taktik dan Performa Tim
Rosenior, yang ditunjuk sebagai manajer Chelsea pada awal Januari menggantikan Enzo Maresca, menjelaskan bahwa posisinya berbeda dari manajer-manajer lain di Liga Inggris. Umumnya, manajer memiliki kewenangan penuh dalam proses perekrutan pemain. Namun, di Chelsea, tugas tersebut diserahkan kepada lima direktur olahraga: Paul Winstansley, Laurence Stewart, Joe Shields, Sam Jewell, dan Dave Fallows.
Pria asal Inggris ini merasa senang dengan pembagian tugas tersebut. Ia dapat sepenuhnya berkonsentrasi pada aspek taktik dan performa tim tanpa perlu memikirkan bursa transfer. Rosenior menilai struktur manajerial Chelsea sangat baik dan ia memiliki kepercayaan penuh kepada para direktur olahraga dalam merekrut pemain baru.
“Itulah indahnya menjadi kepala pelatih dalam sebuah struktur: Saya bukan manajer kuno yang mengeluarkan telepon dan menelepon siapa saja,” ujar Rosenior dikutip dari DailyMail.
“Saya memiliki orang-orang terbaik, menurut saya, di dunia sepak bola yang mengerjakan hal-hal tersebut. Saya mungkin hanya melihat dua persen terakhir dari pekerjaan mereka, yang memungkinkan saya untuk fokus pada apa yang perlu saya fokuskan: tim dan performa,” jelasnya.
Pembagian peran ini memungkinkan Rosenior untuk memaksimalkan fokusnya pada pengembangan strategi permainan dan peningkatan kualitas tim di lapangan.






