Badminton

Jelang Indonesia Masters 2026: Alwi Farhan Fokus Kendalikan Emosi di Istora

Atlet tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, memfokuskan latihannya pada aspek kontrol emosi menjelang turnamen Indonesia Masters 2026. Pengalaman di turnamen sebelumnya menjadi pelajaran berharga baginya untuk tampil lebih baik di hadapan publik sendiri.

Belajar dari Pengalaman di Istora

Alwi Farhan tercatat telah beberapa kali berlaga di Istora Senayan, Jakarta. Namun, hasil yang diraih belum memuaskan. Pada Indonesia Open 2025, ia tersingkir di babak kedua, sementara di Indonesia Masters tahun yang sama, ia gagal menembus babak utama. Pengalaman ini menjadi bekal Alwi untuk menghadapi Indonesia Masters 2026.

Ia menyadari pentingnya meredam antusiasme berlebih saat bermain di kandang sendiri. “Pastinya excited, sama. Tapi sudah tahu, sudah lebih kenal dengan hawa-hawa Istora. Jadi harus me-manage secara rasa keinginan yang besar dan kontrol hawa nafsunya. Jadi harus lebih dikontrol karena saya beberapa kali sudah mencoba bermain di Istora,” ujar Alwi saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur.

Persiapan Optimal Meski Terkendala

Atlet yang menduduki peringkat 17 dunia itu mengungkapkan bahwa persiapannya berjalan baik. Meskipun sempat mengalami kendala masalah lambung saat tampil di Malaysia Open pekan lalu, Alwi menyatakan kondisinya kini telah pulih.

“Alhamdulillah, sudah recovery. Minggu ini balik latihan. Ini seperti biasa normal. Kalau badannya sudah mulai recovery dan saya berharap bisa mendapatkan hasil maksimal di Indonesia Masters. Dan berharap juga penonton bisa datang meramaikan dan men-support khususnya tim Indonesia dan juga pemain-pemain luar,” tuturnya.

Hadapi Lawan Tangguh di Babak Pertama

Di babak pertama Indonesia Masters 2026, Alwi Farhan dijadwalkan akan berhadapan dengan wakil Hong Kong, Ng Ka Long Angus. Rekor pertemuan keduanya imbang, 2-2. Duel terakhir mereka di Denmark Open 2025 dimenangkan oleh Ng Ka Long Angus dengan skor 21-10, 21-16.

Alwi menyadari tantangan besar di babak awal. “Pastinya saya harus kontrol diri saya karena besok juga babak pertama saya ketemu Ka Long yang sebelumnya saya kalah. Head to head-nya dua sama,” katanya.

Ia menambahkan, “Saya mau fokus di babak pertama dulu karena pasti nggak gampang ketemu pemain senior yang sudah banyak pengalaman. So, saya bakal prepare diri saya dari mulai kemarin. Dari mulai persiapan di sini.”

Pelajaran Berharga dan Misi Bersama

Alwi Farhan menekankan bahwa setiap pertandingan, termasuk saat di Malaysia, selalu memberikan pelajaran berharga meskipun kondisinya tidak maksimal. Ia berharap dapat menampilkan performa terbaik bersama tim Indonesia dan membangkitkan semangat penonton.

“Pastinya saya mendapatkan pelajaran baik ketika di Malaysia walaupun kondisinya tidak maksimal, tapi selalu ada pelajaran setiap apapun kondisinya. Semoga saya dan tim Indonesia bisa menampilkan yang terbaik. Dan bisa membawa semangat penonton untuk bisa menonton bulu tangkis Indonesia lagi. Itu adalah misi kita bersama,” pungkas Alwi.