Kuala Lumpur – Mantan pelatih Pelatnas Cipayung, Harry Hartono, resmi bergabung dengan Badminton Association of Malaysia (BAM) sebagai pelatih tunggal putra. Keputusan ini diambilnya demi mencari tantangan baru dalam karier kepelatihannya.
Harry Hartono memulai tugas barunya di BAM pada Senin, 10 Februari 2026, dengan ikatan kontrak jangka panjang hingga Olimpiade Los Angeles 2028. Kepindahannya ini menambah daftar panjang pelatih asal Indonesia yang berkarier di negeri tetangga, menyusul nama-nama seperti Rexy Mainaky, Herry Iman Pierngadi, Muhammad Miftakh, dan Nova Widianto.
Mencari Prospek Tantangan Baru
Harry, yang sebelumnya sempat memoles atlet seperti Anthony Ginting dan melatih pemain Taiwan Chou Tien Chen selama lima tahun, mengungkapkan bahwa prospek tantangan baru menjadi daya tarik utamanya. “Apa yang mungkin membuat saya pindah ke BAM adalah prospek tantangan baru,” kata Harry seperti dikutip dari NST, Rabu (11/2). “Ini adalah negara kedua tempat saya bekerja setelah Taiwan.”
Sebelumnya, Harry Hartono relatif baru di posisinya di PBSI, menggantikan rekan sejawatnya pada Agustus 2025.
Target Ambisius untuk Bulutangkis Malaysia
Harry memberikan pandangan awalnya terhadap para atlet tunggal putra Malaysia yang akan dilatihnya. Ia menilai Leong Jun Hao dan Justin Hoh memiliki potensi yang baik. “Mungkin untuk pemain di Malaysia ini, para pemain sudah di top player. Saya rasa itu sudah sangat baik tinggal bagaimana menjaga konsistensinya,” tuturnya.
Penunjukan Harry merupakan bagian dari strategi jangka panjang BAM untuk meraih medali emas Olimpiade pertama mereka di Los Angeles 2028. Harry sendiri menetapkan target ambisius untuk menghasilkan pemain nomor satu dunia dan juara dunia.
Mengenai tekanan, Harry menegaskan bahwa ia melihatnya sebagai bagian dari profesionalisme. “Satu tekanan saya rasa tidak ada karena bagi saya, ini suatu profesionalitas lah. Sekarang saya berada di BAM, jadi fokus untuk bisa meningkatkan para pemain yang ada di sini,” pungkasnya.


