IHWAL.ID – Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 9,7 persen ke level Rp735 per lembar pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia, Jumat (2/1/2026). Hingga pukul 09.40 WIB, tercatat sebanyak 784 juta saham berpindah tangan dengan total nilai transaksi mencapai Rp563 miliar.
Lonjakan harga ini didorong oleh aksi beli masif oleh investor institusi dan realisasi program pembelian kembali atau buyback oleh manajemen perusahaan. Saham DEWA kini menempati posisi kedua sebagai saham dengan nilai net buy terbesar di pasar reguler pada sesi perdagangan tersebut.
Akumulasi Dana Institusi dan Buyback
Berdasarkan data dari aplikasi Stockbit Sekuritas, saham DEWA membukukan net buy senilai Rp194,9 miliar. Hal ini melanjutkan tren positif sejak akhir tahun lalu, di mana pada 29 Desember 2025, saham emiten jasa pertambangan ini melonjak 23,21 persen saat IHSG menguat.
Lansiran dari BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) melaporkan bahwa CGS International turut meningkatkan kepemilikannya di emiten ini secara signifikan. Nilai akumulasi yang dilakukan oleh institusi tersebut diperkirakan mencapai angka Rp179,6 miliar yang memperkuat kepercayaan pasar.
Faktor utama lainnya adalah langkah strategis manajemen yang melakukan pembelian kembali saham untuk menjaga stabilitas harga di pasar.
“Ada aksi buyback saham. Manajemen DEWA merealisasikan buyback hingga Rp160 miliar yang memperketat supply saham di pasar,” tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam ulasannya.
Dari pernyataan itu, ditegaskan bahwa berkurangnya pasokan saham di pasar akibat buyback menjadi sentimen positif yang memperkuat harga DEWA. Hal ini membuat pergerakan harga menjadi lebih agresif dibandingkan periode sebelumnya.
Analisis Momentum Teknikal
Secara teknikal, pergerakan saham DEWA dinilai sangat kuat karena berhasil menembus area resistance di level 615 dan 720. BRIDS mencatat munculnya pola higher high yang menandakan momentum bullish masih berpotensi berlanjut dalam waktu dekat.
Meskipun melampaui target perkiraan teknikal, pelaku pasar diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi volatilitas. Aksi ambil untung atau profit taking dapat terjadi sewaktu-waktu mengingat kenaikan harga yang sudah sangat tajam.







