Pembalap Ducati Lenovo Team, Francesco Bagnaia, diduga memberikan petunjuk mengenai karakter mesin Ducati untuk musim MotoGP 2026. Indikasi tersebut muncul setelah pernyataan Bagnaia usai menjalani seri pembuka MotoGP Thailand di Sirkuit Buriram.
Pengamat MotoGP sekaligus jurnalis senior motorsport, Mat Oxley, menilai komentar Bagnaia mengisyaratkan bahwa Ducati kemungkinan mencoba menghadirkan kembali karakter mesin dari Desmosedici GP24 yang dikenal lebih mudah dikendalikan.
Spekulasi ini muncul di tengah upaya Ducati menyempurnakan motor Desmosedici GP26, yang akan digunakan pada musim 2026—tahun terakhir era mesin 1000cc sebelum MotoGP menerapkan regulasi baru dengan mesin 850cc pada 2027.
Ducati Tetap Bisa Mengembangkan Komponen Mesin
MotoGP menerapkan pembekuan pengembangan mesin (engine freeze) pada musim 2026 sebagai bagian dari strategi menekan biaya menjelang perubahan regulasi besar pada 2027.
Kebijakan tersebut membuat tim tidak bisa memperkenalkan mesin yang benar-benar baru. Meski demikian, pabrikan masih memiliki ruang untuk melakukan penyesuaian pada beberapa komponen.
General Manager Ducati Corse, Luigi Dall’Igna, sebelumnya menegaskan bahwa Ducati tetap dapat mengembangkan bagian tertentu seperti saluran udara (air intake) dan sistem knalpot.
Perubahan pada komponen tersebut dinilai cukup signifikan karena dapat memengaruhi karakter tenaga mesin, distribusi daya, hingga respons motor saat memasuki tikungan.
Pernyataan Bagnaia Picu Spekulasi
Spekulasi mengenai karakter mesin Ducati GP26 muncul setelah Bagnaia memberikan komentar mengenai peningkatan performa motornya dibandingkan generasi sebelumnya.
Meski menjalani akhir pekan yang sulit di Buriram, Bagnaia menilai GP26 memiliki peningkatan terutama pada aspek stabilitas dan pengereman.
Menurut Bagnaia, motor terbaru Ducati memungkinkan pembalap melakukan pengereman lebih lambat sekaligus menghentikan motor lebih cepat ketika memasuki tikungan.
Komentar tersebut kemudian ditafsirkan oleh Oxley sebagai indikasi bahwa Ducati mungkin telah mengembalikan karakter mesin yang lebih “ramah”, seperti yang dimiliki GP24.
Karakter mesin tersebut dikenal memberikan engine braking yang lebih mudah dikontrol sehingga membantu pembalap saat melakukan pengereman dan masuk tikungan.
Performa Bagnaia di MotoGP Thailand Jadi Sorotan
Meski menunjukkan potensi dalam uji coba pramusim di Sepang dan Buriram, Bagnaia justru mengalami akhir pekan yang kurang memuaskan pada seri Thailand.
Juara dunia MotoGP dua kali itu gagal menembus sesi kualifikasi kedua (Q2) dan harus memulai balapan dari posisi ke-13 di grid.
Pada Sprint Race maupun balapan utama MotoGP Thailand, Bagnaia hanya mampu finis di posisi kesembilan.
Salah satu kendala yang dihadapi pembalap asal Italia tersebut adalah adaptasi terhadap ban Michelin dengan konstruksi keras, yang membuatnya kesulitan memaksimalkan performa motor.
Masalah Engine Braking Pernah Mengganggu Bagnaia
Masalah karakter mesin sebenarnya sudah dirasakan Bagnaia pada musim 2025. Saat itu, ia kesulitan beradaptasi dengan karakter engine braking pada Ducati Desmosedici GP25.
Walaupun Ducati menyebut mesin GP25 tidak mengalami perubahan besar dibandingkan GP24, beberapa penyesuaian kecil ternyata cukup memengaruhi gaya balap Bagnaia.
Dampaknya terlihat pada performa sepanjang musim. Setelah meraih 11 kemenangan dari 20 balapan pada 2024, performanya menurun drastis pada musim berikutnya.
Pada musim MotoGP 2025, Bagnaia hanya meraih dua kemenangan dari 22 Grand Prix dan mengoleksi delapan podium, jauh lebih sedikit dibandingkan 16 podium yang ia raih pada musim sebelumnya.
Salah satu kemenangan pentingnya diraih di MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, sementara kemenangan lain di MotoGP Amerika terjadi setelah rekan setimnya Marc Marquez terjatuh saat memimpin balapan.
GP26 Diharapkan Kembalikan Daya Saing Ducati
Jika spekulasi mengenai karakter mesin GP26 benar, Ducati berharap motor tersebut dapat membantu Bagnaia kembali menemukan performa terbaiknya.
Karakter mesin yang lebih stabil dan mudah dikontrol dinilai dapat meningkatkan kepercayaan diri pembalap saat melakukan pengereman agresif dan memasuki tikungan cepat.
Musim MotoGP 2026 pun diprediksi menjadi fase penting bagi seluruh tim sebelum kejuaraan memasuki era regulasi baru pada 2027, yang akan membawa perubahan besar pada teknologi motor balap kelas premier tersebut.


