Sepakbola

Eden Hazard Dorong Cesc Fabregas Jadi Pelatih Chelsea, Sebut Sudah Waktunya

Mantan pemain Chelsea, Eden Hazard, memberikan dukungan penuh agar Cesc Fabregas segera mengambil alih kursi kepelatihan klub berjuluk The Blues tersebut. Hazard menilai Fabregas telah menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih di klub Italia, Como.

Fabregas Sukses Bersama Como

Cesc Fabregas, yang pernah menjadi rekan setim Hazard di Chelsea, telah membawa Como promosi ke Serie A musim lalu dan kini bersaing di papan atas klasemen Serie A musim ini. Como saat ini menduduki peringkat keenam dengan 41 poin, hanya terpaut empat poin dari zona Liga Champions.

Kiprah gemilang Fabregas bersama Como ini membuat Hazard yakin bahwa mantan rekannya itu sudah siap untuk tantangan yang lebih besar di Stamford Bridge.

Komentar Eden Hazard

Hazard mengungkapkan bahwa ia sempat berbincang dengan Fabregas mengenai potensi karier kepelatihannya.

“Sejujurnya, pada musim panas lalu kami sempat berbincang sedikit. Saya katakan kepadanya bahwa ia adalah salah satu gelandang terbaik dalam sejarah dan ia pun ditakdirkan untuk menjadi salah satu pelatih terbaik juga,” ujar Hazard seperti dikutip dari Football Italia.

Hazard menambahkan bahwa ia telah menyampaikan keinginannya agar Fabregas kembali ke Chelsea sebagai pelatih.

“Saya menjelaskan kepadanya bahwa sudah waktunya bagi dia untuk kembali ke Chelsea. Ia menanggapinya dengan bercanda, tetapi saya sungguh memercayainya. Ia mencintai sepak bola dan mengetahui segala hal tentang posisi ini.”

Sebagai penggemar Chelsea, Hazard berharap yang terbaik untuk klub kesayangannya.

“Sebagai penggemar Chelsea, saya menginginkan yang terbaik bagi klub. Itulah mengapa saya bermimpi melihat Cesc berada di kursi pelatih mereka, sementara saya akan duduk di tribun di belakangnya, menikmati pertunjukan tersebut,” imbuhnya.

Rekam Jejak Fabregas di Como

Bersama Como, Cesc Fabregas telah memimpin tim dalam 70 pertandingan. Rinciannya adalah 30 kemenangan, 20 hasil imbang, dan 20 kekalahan.

Saat ini, Chelsea ditangani oleh Liam Rosenoir, yang baru saja gagal membawa timnya ke final Piala Liga Inggris.