Badminton

Debut Gemilang di Istora, Ganda Putra Muda Indonesia Taklukkan Wakil Prancis

Pasangan ganda putra muda Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, memulai debut mereka di Indonesia Masters 2026 dengan penampilan memukau di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Keduanya mengaku terpukau dengan atmosfer luar biasa yang diciptakan oleh penonton tuan rumah.

Langkah Awal ke Babak Utama

Pada Selasa (20/1/2026), Indra dan Joaquin berhasil memastikan satu tempat di babak utama turnamen bergengsi ini. Mereka sukses menyingkirkan pasangan Prancis, Eloi Adam dan Leo Rossi, dalam pertandingan tiga gim yang sengit. Skor akhir menunjukkan kemenangan 22-20, 15-21, 21-10 untuk keunggulan pasangan Merah Putih.

Atmosfer Istora yang Menggetarkan

Joaquin mengungkapkan rasa takjubnya terhadap sambutan penonton. “Benar-benar tak menyangka bisa seramai ini. Kebetulan saya pertama kali main di Indonesia Masters, merasakan atmosfer itu sangat luar biasa dibandingkan turnamen lain,” ujarnya usai pertandingan.

Ia menambahkan bahwa permainan sempat mengalami pasang surut. “Tadi kami bermain lancar di awal gim, sempat kehilangan fokus, tapi puji Tuhan kami bisa ambil gim pertama. Memasuki gim kedua, kami sudah memimpin sampai interval, tapi musuh mengubah pola dan kami telat antisipasi, akhirnya ketinggalan duluan,” jelas Joaquin.

Dukungan Publik sebagai Pemicu Semangat

Dukungan penuh dari publik Istora menjadi faktor penentu di gim ketiga. Indra dan Joaquin mengaku termotivasi untuk memberikan penampilan terbaik di hadapan para pendukungnya.

“Gim ketiga kami saling meyakinkan satu sama lain, apalagi dengan dukungan yang ada di sini. Kami mau all out dan tak mau mengecewakan,” tutur Joaquin.

Sementara itu, Indra menilai hilangnya gim kedua lebih disebabkan oleh faktor mental. “Tadi ada tekanan karena keinginan untuk cepat-cepat menang. Tapi untungnya di gim ketiga kami berusaha untuk nothing to lose saja,” ungkap Indra.

Target Jangka Panjang

Meskipun meraih kemenangan di laga debut, Indra dan Joaquin enggan berpuas diri. Mereka menyadari perjalanan di turnamen ini masih panjang dan memiliki target ambisius.

“Yang pasti kurangi mati sendiri. Doakan saja supaya kami bisa lebih baik dari hari ini. Target saya sendiri inginnya main sampai hari terakhir (final),” sebut Joaquin.

Indra menambahkan, “Kami juga ingin membuktikan diri di level selanjutnya. Kami lebih yakin karena sebelumnya pernah juara di level 500, dan sekarang main di level 500 lagi (Indonesia Masters), semoga dapat hasil lebih baik lagi.”