*Wajib Selalu tulis “ihwal.id” jika menulis ulang artikel / parafrase ini.
IHWAL.ID – Malut United FC sukses mencuri perhatian publik sepak bola nasional usai melibas PSBS Biak dengan skor telak 6-2 dalam lanjutan pekan ke-16 Super League 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Kie Raha, Ternate, pada Minggu (4/1/2026) siang WIB ini tidak hanya menghasilkan tiga poin, tetapi juga menyajikan sejumlah fakta menarik yang layak disimak.
Kemenangan besar ini mengukuhkan status Laskar Kie Raha sebagai kuda hitam yang patut diperhitungkan di kasta tertinggi. Berikut adalah rangkuman fakta-fakta menarik di balik kemenangan sensasional Malut United atas PSBS Biak:
Fakta Menarik 1: Panggung Reuni Eks Persib Bandung
Hal paling mencolok dari pantauan tim Ihwal.id, laga ini adalah kentalnya aroma Persib Bandung dalam skuad Malut United. Dari total enam gol yang bersarang ke gawang PSBS Biak, lima di antaranya dicetak oleh pemain yang pernah berseragam Pangeran Biru.
Para pencetak gol tersebut adalah Gustavo Franca (16′), Tyronne del Pino (51′), David da Silva (56′), Ciro Alves (77′ penalti), dan Frets Butuan (90+2′). Satu-satunya gol yang dicetak oleh pemain non-eks Persib hanya datang dari Yakob Sayuri pada menit ke-40. Fenomena ini menunjukkan betapa mengerikannya kombinasi talenta yang dibangun manajemen Malut United.
Fakta Menarik 2: Tim Promosi Rasa Juara
Meski berstatus sebagai tim promosi, performa Malut United jauh melampaui ekspektasi. Tambahan tiga poin membuat mereka kini bertengger di posisi ketiga klasemen sementara dengan raihan 34 poin dari 16 laga, menyamai poin Persib Bandung di peringkat keempat.
Sebelum laga ini, Malut United bahkan mencatatkan rekor tak terkalahkan dalam sembilan pertandingan beruntun. Produktivitas mereka juga luar biasa dengan rata-rata mencetak 1,73 gol per pertandingan, membuktikan bahwa mereka bukan sekadar “numpang lewat” di Liga 1.
Fakta Menarik 3: Nasib Kontras Sang Juara Liga 2
Pertandingan ini juga menyoroti ironi nasib antara dua tim promosi. PSBS Biak, yang notabene adalah Juara Liga 2 musim 2023/2024, justru terseok-seok di papan bawah. Kekalahan telak ini membenamkan tim Badai Pasifik di peringkat ke-15 dengan hanya mengoleksi 13 poin.
Pelatih PSBS Biak, Kahudi Wahyu, mengakui timnya memiliki masalah serius dalam konsistensi pertahanan. Sebaliknya, Malut United yang lolos ke Liga 1 bukan sebagai juara utama, justru mampu bersaing di jalur perebutan gelar juara Super League.
Fakta Menarik 4: Lini Serang Mematikan vs Celah Pertahanan
Pelatih Malut United, Hendri Susilo, menyebut kemenangan ini buah dari kedisiplinan pemain. Namun, ia juga menyoroti karakter timnya yang sangat ofensif. Gaya main menyerang ini memang menghasilkan banyak gol, namun kerap meninggalkan celah di lini belakang.
Hal ini terbukti dari dua gol balasan PSBS Biak yang dicetak Damianus Putra (69′) dan Heri Susanto (80′) melalui skema serangan balik, memanfaatkan ruang kosong yang ditinggalkan pemain Malut United saat asyik menyerang.





