Sepakbola

Xabi Alonso Dipecat Real Madrid, Perselisihan Transfer Pemain Jadi Pemicu Utama

Real Madrid secara resmi mengumumkan pemecatan pelatih Xabi Alonso pada Rabu, 14 Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah serangkaian hasil yang dianggap mengecewakan, termasuk kekalahan dari Barcelona di Final Piala Super Spanyol. Alonso hanya mampu bertahan hingga Januari sejak dikontrak dua tahun pada musim panas sebelumnya.

Ketidakcocokan dalam Transfer Pemain

Salah satu alasan utama di balik pemecatan Alonso adalah ketidaksepakatan dengan presiden klub, Florentino Perez, terkait kebijakan transfer pemain. Alonso dikabarkan meminta klub untuk merekrut gelandang bertahan, namun permintaannya tidak dipenuhi.

Awalnya, Alonso mengusulkan penebusan klausul 60 juta euro untuk Martin Zubimendi dari Real Sociedad. Namun, Perez merasa harga tersebut terlalu mahal dan akhirnya Zubimendi dibajak oleh Arsenal. Alih-alih mencari pemain nomor enam, Perez justru mendatangkan Franco Mastantuono dari River Plate dengan banderol yang serupa.

Kedatangan Mastantuono dinilai tidak sesuai dengan kebutuhan tim, mengingat Real Madrid sudah memiliki stok pemain depan yang cukup, terutama di posisi gelandang serang. Buktinya, Mastantuono sendiri jarang mendapatkan menit bermain, dengan catatan 17 penampilan, satu gol, dan satu assist musim ini.

Penolakan Perpanjangan Kontrak Modric

Selain masalah transfer, keinginan Alonso untuk memperpanjang kontrak Luka Modric juga ditolak oleh Perez. Alonso menilai Modric masih dibutuhkan sebagai panutan bagi pemain muda di masa transisi tim dan gaya bermain yang ingin diterapkan. Modric dianggap cocok dengan skema Alonso, meskipun Madrid memiliki Aurelien Tchouameni dan Eduardo Camavinga. Namun, kedua pemain tersebut dinilai tidak memiliki tipe permainan sebagai gelandang bertahan murni.

Performa Tim yang Kurang Menghibur

Meskipun berhasil melaju ke final Piala Super Spanyol, performa Real Madrid saat mengalahkan Atletico Madrid di semifinal dianggap tidak cukup memukau oleh Presiden Florentino Perez. Alonso dinilai gagal membawa tim bermain menghibur, sekalipun didukung oleh banyak pemain depan berkualitas. Perselisihan dengan beberapa pemain bintang juga disebut semakin memberatkan posisi Alonso.

Kombinasi dari perselisihan terkait transfer pemain, penolakan perpanjangan kontrak Modric, dan performa tim yang dianggap kurang memuaskan menjadi faktor-faktor yang akhirnya berujung pada pemecatan Xabi Alonso dari kursi kepelatihan Real Madrid.