Insiden rasial kembali mewarnai pertandingan sepak bola. Kali ini, penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, menjadi korban ejekan bernada rasis saat timnya berlaga melawan Benfica dalam leg pertama playoff 16 besar Liga Champions 2025/2026. Pertandingan yang digelar di Estadio da Luz pada Rabu (18/2/2026) dini hari WIB tersebut berakhir dengan kemenangan tipis 1-0 untuk Real Madrid, berkat gol tunggal Vinicius.
Gol dan Kontroversi
Gol kemenangan Vinicius tercipta di babak kedua. Pemain asal Brasil itu merayakan golnya dengan tarian khas di sudut lapangan. Namun, selebrasi tersebut justru berbuntut kartu kuning dari wasit karena dianggap berlebihan. Aksi Vinicius memicu reaksi negatif dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni. Laporan menyebutkan Prestianni terlibat perdebatan dengan Vinicius dan melontarkan ejekan bernada monyet.
Vinicius segera melaporkan insiden tersebut kepada wasit. Situasi sempat memanas, memaksa wasit menghentikan pertandingan sejenak untuk mengaktifkan protokol penanganan aksi rasisme yang berlaku dalam kompetisi.
Dampak Rasisme Terhadap Sepak Bola
Insiden ini mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk rekan setim Vinicius di Real Madrid. Bek asal Inggris, Trent Alexander-Arnold, menyayangkan terjadinya aksi rasisme yang dinilainya merusak esensi permainan sepak bola.
“Jujur saja, ini mengecewakan. Kami ke sini untuk bekerja secara profesional,” ujar Alexander-Arnold kepada Amazon Prime. Ia menambahkan, “Kami mencintai apa yang kami lakukan, tapi kalau hal seperti itu terjadi, rasa asyik dalam permainan jadi hilang dan merusak suasana bagi kami semua.”
Meskipun dihadapkan pada lingkungan yang tidak bersahabat, Alexander-Arnold mengapresiasi ketahanan timnya. “Tapi kami tetap berjuang keras dan berhasil menang. Yang terpenting, kami bangga dengan cara kami menghadapi situasi itu di tengah lingkungan yang sangat tidak bersahabat. Reaksi negatif dari sekitar tidak sedikit pun menggoyahkan kami. Kami tetap solid dan berjuang sampai akhir,” pungkasnya.
Peristiwa ini kembali membuka luka lama terkait isu rasisme dalam sepak bola, sebuah masalah yang terus berusaha diberantas oleh federasi sepak bola dunia.





