Sepakbola

UEFA Kesulitan Buktikan Dugaan Rasisme Prestianni ke Vinicius Junior

Mantan wasit LaLiga, Eduardo Iturralde Gonzalez, menilai UEFA akan menghadapi tantangan berat untuk membuktikan tuduhan aksi rasial yang dilayangkan kepada Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Junior. Insiden ini terjadi saat Real Madrid bertandang ke markas Benfica di Estadio da Luz dalam leg pertama play-off 16 besar Liga Champions, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.

Gol Tunggal Vinicius Picu Kontroversi

Real Madrid berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Benfica berkat gol semata wayang Vinicius Junior pada menit ke-50. Selebrasi gol tersebut rupanya memicu reaksi keras dari pemain dan pendukung tuan rumah. Prestianni kemudian dituding melakukan penghinaan bernada rasial dengan menyebut Vinicius sebagai ‘monyet’ sambil menutup mulutnya menggunakan jersey.

Penyelidikan UEFA dan Kendala Pembuktian

Iturralde Gonzalez menjelaskan proses penyelidikan yang akan dilakukan UEFA. “UEFA akan membuka penyelidikan terhadap Prestianni. Mereka akan meminta pernyataan darinya, Vinicius, dan para pemain yang dekat dengannya,” ujar Iturralde, mengutip dari AS. Namun, ia menambahkan bahwa pembuktian akan menjadi kendala utama. “UEFA akan mengalami kesulitan besar dalam membuktikan penghinaan yang dilakukan Prestianni. Cuplikan (video) itu tidak berguna, karena setidaknya gambar yang telah kita lihat… Dia menutupi mulutnya dengan jersey dan Anda tidak bisa melihat apa pun,” jelasnya.

Benfica Bela Pemainnya

Menanggapi tuduhan tersebut, Benfica melalui media sosialnya memberikan pembelaan. Klub asal Portugal itu menyoroti aspek jarak antara pemain yang terlibat. “Seperti yang ditunjukkan oleh cuplikan tersebut, mengingat jaraknya, para pemain Real Madrid tidak mungkin mendengar apa yang telah mereka klaim dengar,” tegas Benfica dalam pernyataannya.