Sepakbola

Tiga Pemain Premier League Jadi Sasaran Serangan Rasisme di Media Sosial

Liga Inggris kembali tercoreng oleh aksi rasisme yang menimpa para pemainnya. Pekan ke-28 yang digelar pada Sabtu dan Minggu, 21-22 Februari 2026, menyaksikan tiga pemain Premier League menjadi korban serangan bernada rasial di media sosial.

Wesley Fofana Jadi Korban Pertama

Bek Chelsea, Wesley Fofana, menjadi salah satu pemain yang mengalami pelecehan rasial. Serangan ini terjadi di media sosialnya setelah pertandingan melawan Burnley di Stamford Bridge. Fofana membagikan tangkapan layar berisi ejekan dan hinaan rasial yang diterimanya. Pihak Chelsea segera memberikan pembelaan kepada bek asal Prancis tersebut dan mengecam keras pelaku tindakan tersebut.

Dua Pemain Lain Menjadi Target

Sehari berselang, dua pemain lainnya turut menjadi sasaran serangan rasisme. Mereka adalah Tolu Arokodare, striker Wolverhampton Wanderers, dan Romaine Mundle, winger Sunderland. Arokodare menerima hinaan rasial setelah timnya mengalami kekalahan 0-1 dari Crystal Palace. Pemain asal Nigeria itu menyayangkan kejadian tersebut.

“Masih sulit dipercaya bagi saya bahwa kami bermain di masa di mana orang memiliki begitu banyak kebebasan untuk mengkomunikasikan rasisme semacam itu tanpa konsekuensi apa pun,” tulis Arokodare di Instagram. “Orang-orang ini seharusnya tidak memiliki tempat dalam permainan kami dan secara kolektif kami harus mengambil tindakan untuk menghukum semua orang yang mencemari olahraga seperti ini, tidak peduli siapa mereka.”

Sementara itu, Romaine Mundle menjadi korban setelah Sunderland kalah 1-3 dari Fulham. Pemain asal Inggris itu juga menerima hinaan rasial secara online.

Klub Sunderland AFC mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam keras pelecehan rasial tersebut.

“Sunderland AFC sangat terkejut dan mengecam keras pelecehan rasial yang keji secara online, yang ditujukan kepada Romaine Mundle setelah pertandingan Premier League hari ini melawan Fulham,” demikian bunyi pernyataan klub. “Perilaku menjijikkan yang ditunjukkan oleh beberapa individu ini tidak dapat diterima dan tidak akan ditoleransi oleh Klub dalam keadaan apa pun.”

“Rasisme tidak memiliki tempat dalam masyarakat kita, dan kami berdiri bersama Romaine, yang mendapatkan dukungan penuh dari kami,” tegas Sunderland.