Superbank Gelar IPO dengan Kode Saham SUPA, Siapa Pemiliknya?

Superbank gelar IPO Desember 2025 dengan kode SUPA incar dana Rp3 triliun usai sukses cetak laba bersih Rp60 miliar.
Superbank Gelar IPO

Ihwal.id – PT Super Bank Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai Superbank, resmi mengumumkan rencana penawaran perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Bank digital yang dipimpin oleh bankir senior Tigor Siahaan ini menargetkan perolehan dana segar mencapai Rp3,06 triliun. Langkah strategis ini dilakukan setelah perusahaan berhasil mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025.

Jadwal dan Harga Penawaran

Dalam proses aksi korporasi ini, Superbank telah menetapkan masa penawaran awal atau book building yang berlangsung mulai 25 November hingga 1 Desember 2025. Adapun harga penawaran awal ditetapkan pada kisaran Rp525 hingga Rp695 per saham.

Berdasarkan jadwal yang dirilis, masa penawaran umum akan dilaksanakan pada 10-15 Desember 2025, diikuti dengan masa penjatahan pada 15 Desember 2025. Puncaknya, saham Superbank dijadwalkan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 17 Desember 2025 menggunakan kode saham SUPA. IPO ini menjadi tonggak sejarah baru setelah empat tahun Superbank diakuisisi oleh Emtek Group.

Pembalikkan Kinerja Keuangan

Keputusan untuk go public didukung oleh fundamental keuangan yang membaik secara signifikan. Tahun 2025 menjadi momen krusial bagi Superbank karena berhasil mencatatkan profit untuk pertama kalinya pada Kuartal I.

“Sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, laba bersih Superbank tercatat sebanyak Rp60,1 miliar. Angka ini berbanding dari rugi Rp258,7 miliar pada periode yang sama tahun lalu,” demikian tertulis dalam laporan kinerja keuangan perusahaan.

Dari data tersebut, terlihat adanya perbaikan kinerja operasional yang masif dibandingkan periode sebelumnya. Selain profitabilitas, Superbank juga sukses menggaet 4 juta nasabah hanya dalam kurun waktu satu tahun sejak peluncuran aplikasi secara luas.

Transformasi di Bawah Tigor Siahaan

Kesuksesan transformasi bank yang dulunya bernama PT Bank Fama International ini tidak lepas dari tangan dingin Tigor Siahaan. Menjabat sebagai Presiden Direktur sejak Januari 2022, Tigor membawa pengalaman lebih dari 30 tahun di industri perbankan, termasuk rekam jejaknya sebagai orang Indonesia pertama yang memimpin bank global asal Amerika Serikat, Citibank Indonesia.

Di bawah kepemimpinannya, Superbank berevolusi menjadi bank digital dengan ekosistem yang kuat. Sejak akhir 2021, bank ini masuk dalam naungan Emtek Group, kemudian didukung oleh konsorsium raksasa seperti Grab, Singtel, dan KakaoBank.

Inovasi Produk dan Ekosistem

Guna memperluas akses kredit bagi nasabah ritel dan UMKM, Superbank terus meluncurkan berbagai produk inovatif pada tahun 2024. Produk unggulan tersebut meliputi Saku by Superbank, Celengan by Superbank, Deposito, hingga Pinjaman Atur Sendiri (PAS).

Selain itu, kolaborasi strategis juga dilakukan melalui peluncuran OVO Nabung, yang memungkinkan saldo OVO pengguna berubah menjadi saldo rekening tabungan berbunga. Pada tahun 2025, fitur pembayaran QRIS juga telah diimplementasikan untuk melengkapi layanan transaksi harian nasabah.

Ikuti kami di Google News: Follow Kami

Bagikan Berita Ini

Berita terkait