Bek Barcelona, Ronald Araujo, mengungkapkan bahwa jeda sebulan yang ia ambil untuk memulihkan kesehatan mental telah membuatnya kembali ke lapangan dengan kekuatan yang lebih besar. Hal ini terbukti saat Barcelona mengalahkan Real Madrid dalam final Piala Super Spanyol.
Kembali Lebih Kuat Usai Jeda Spiritual
Pertandingan di Jeddah pada Senin (12/1/2026) dini hari WIB menandai kembalinya Araujo merumput bersama Barcelona setelah ia mengambil libur untuk perjalanan spiritual. Ia masuk menggantikan Lamine Yamal di akhir babak kedua, membantu tim mempertahankan keunggulan 3-2.
Araujo mendapatkan izin libur setelah kekalahan 0-3 dari Chelsea di Liga Champions pada akhir November lalu. Ia baru kembali berlatih di Barcelona setelah Hari Natal. Selama masa jeda tersebut, ia mengunjungi situs-situs religi seperti Yerusalem dan Bethlehem, sebelum akhirnya pulang ke Uruguay.
“Saya belajar bahwa berhenti di waktu yang tepat adalah bentuk mencintai diri sendiri,” tulis Araújo di media sosial awal pekan ini, dikutip ESPN. “Merawat pikiran dan hati bukanlah menyerah, melainkan percaya bahwa Tuhan bekerja bahkan dalam keheningan. Berhenti sejenak telah memperbarui kondisi saya dan memungkinkan saya untuk kembali lebih kuat.”
Atribusi dan Dukungan Rekan Setim
Kembalinya Araujo ke lapangan dan langsung meraih trofi disambut haru oleh rekan-rekannya. Ia menegaskan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan.
“Prosesnya tidak mudah, tetapi kembali seperti ini adalah sebuah kehormatan. Terima kasih kepada klub, rekan-rekan setim, dan para penggemar atas perlakuan, kasih sayang, dan rasa hormat mereka. Sungguh indah bisa kembali mengangkat trofi ini. Kita akan terus bersama,” tegas Araujo.
Raphinha, rekan setim Araujo, turut senang melihat kembalinya sang bek. Ia menekankan pentingnya Araujo bagi tim dan bukti kepercayaan rekan-rekannya.
“Ronald adalah pemain yang sangat penting bagi tim. Kami akan selalu ada untuknya dan mendukungnya,” ujar Raphinha kepada wartawan. “Dia telah melewati masa sulit, tetapi itu normal mengingat (pekerjaan) yang kami miliki, mengenakan seragam ini, status kami… Itu bisa saja terjadi pada orang lain juga.”
Winger asal Brasil itu menambahkan, “Saya juga pernah mengalami masa-masa sulit, misalnya dua musim pertama saya di sini, tetapi Ronald mengangkat trofi ini adalah bukti kasih sayang kami kepadanya. Kami mengandalkannya.”






