Sepakbola

Real Madrid Pecat Xabi Alonso Usai Kalah Dramatis dari Barcelona di Piala Super Spanyol

Madrid – Real Madrid akhirnya mengambil keputusan tegas dengan memecat pelatih Xabi Alonso menyusul kekalahan dramatis dari Barcelona di final Piala Super Spanyol. Keputusan ini diambil pada Senin, 12 Januari 2026, kurang dari 24 jam setelah pertandingan yang digelar di Jeddah, Arab Saudi.

Periode Menjanjikan Berujung Pahit

Alonso, yang baru ditunjuk pada musim panas lalu untuk menggantikan Carlo Ancelotti yang hijrah ke Timnas Brasil, sempat menunjukkan performa menjanjikan di awal masa kepelatihannya. Di bawah asuhannya, Real Madrid berhasil meraih 13 kemenangan dari 14 pertandingan awal musim ini, termasuk kemenangan 2-1 atas Barcelona. Mereka sempat nyaman memuncaki klasemen LaLiga dan tampil solid di fase grup Liga Champions.

Namun, performa tim mengalami penurunan drastis dalam beberapa pekan terakhir. Kylian Mbappe dan kawan-kawan hanya mampu meraih tiga kemenangan dari sembilan pertandingan terakhir di berbagai ajang. Kekalahan di kandang sendiri dari Celta Vigo dan Manchester City menjadi pukulan telak, yang akhirnya membuat mereka kehilangan posisi puncak klasemen LaLiga.

Ketidakpuasan Manajemen dan Ruang Ganti

Menurut laporan The Athletic, manajemen Real Madrid sebenarnya memiliki niat untuk mempertahankan Alonso. Mereka menyadari bahwa tidak semua kesalahan dapat dibebankan sepenuhnya kepada sang pelatih. Namun, hasil yang tidak memuaskan di lapangan membuat mereka terpaksa mengambil langkah ini.

Selain performa tim, isu ketidakharmonisan di ruang ganti juga menjadi sorotan. Sejumlah pemain dilaporkan merasa tidak senang dengan gaya kepemimpinan Alonso. Nama-nama seperti Vinicius Junior, Jude Bellingham, dan Federico Valverde disebut-sebut menjadi bagian dari pemain yang merasa kurang nyaman.

Catatan Akhir Alonso

Puncak dari rentetan hasil minor tersebut adalah kekalahan 2-3 dari Barcelona pada Minggu, 11 Januari 2026. Kekalahan inilah yang tampaknya menjadi titik akhir kesabaran manajemen.

Secara keseluruhan, Xabi Alonso meninggalkan Real Madrid dengan catatan yang tidak sepenuhnya buruk. Ia memimpin tim dalam 34 pertandingan, meraih 24 kemenangan, yang menghasilkan persentase kemenangan 70,59 persen. Angka ini menempatkannya di jajaran pelatih dengan persentase kemenangan tertinggi dalam dua dekade terakhir di Real Madrid, hanya kalah dari Carlo Ancelotti, Jose Mourinho, dan Manuel Pellegrini.