Sepakbola

Real Madrid Dihujani Cemoohan Suporter Sendiri di Bernabeu: ‘Hanya Senang Saat Menang!’

Madrid – Real Madrid kini menghadapi lawan yang tak terduga: para pendukungnya sendiri. Di tengah performa yang mengecewakan, para pemain El Real dicemooh di kandang sendiri, Santiago Bernabeu, dalam lanjutan Liga Spanyol melawan Levante pada Sabtu (17/1/2026) malam WIB.

Suporter Tunjukkan Kekecewaan Mendalam

Insiden ini menjadi puncak kekesalan suporter Madrid yang telah menyaksikan serangkaian hasil buruk. Mulai dari kekalahan di final Piala Super Spanyol melawan Barcelona, pemecatan pelatih Xabi Alonso, hingga tersingkirnya tim dari Copa del Rey oleh klub divisi kedua, semuanya berkontribusi pada kemarahan publik Santiago Bernabeu.

Pemain seperti Jude Bellingham dan Vinicius Jr menjadi sasaran utama cemoohan setiap kali mereka menguasai bola. Situasi memburuk saat turun minum, ketika para suporter membentangkan sapu tangan putih, sebuah simbol yang umum digunakan untuk menunjukkan ketidakpuasan dan kelelahan terhadap performa klub.

Bahkan, Presiden Klub, Florentino Perez, tidak luput dari cacian. Situasi ini menunjukkan betapa dalamnya kekecewaan yang dirasakan oleh basis penggemar Real Madrid.

Upaya Klub Gagal Redam Amarah Suporter

Menjelang pertandingan melawan Levante, pihak klub telah berupaya melakukan koordinasi dengan kelompok suporter. Tujuannya adalah untuk mencegah aksi cemoohan terhadap para pemain, dengan ancaman larangan masuk stadion bagi yang tertangkap kamera melakukan hal tersebut. Namun, upaya ini tampaknya tidak membuahkan hasil.

Para suporter tetap meluapkan kekecewaan mereka, menunjukkan bahwa mereka merasa klub tidak lagi merepresentasikan harapan mereka.

Klub Merasa Dikhianati

Sumber internal klub mengungkapkan kekesalan petinggi Real Madrid terhadap sikap sebagian suporter. Mereka menilai bahwa dukungan yang diberikan hanya bersifat kondisional, yaitu hanya saat tim meraih kemenangan.

“Sepertinya para suporter hanya senang ketika kami menang. Jika mereka tidak bersama ketika tim sedang kalah, maka mereka bukan bagian kami,” ujar salah satu sumber di klub, yang enggan disebutkan namanya.

Pernyataan ini menyiratkan rasa frustrasi klub yang merasa tidak mendapatkan dukungan penuh di saat-saat sulit.

Peluang Trofi yang Semakin Menipis

Musim ini, Real Madrid hanya menyisakan dua kans untuk meraih trofi, yaitu di LaLiga dan Liga Champions. Pertanyaan besar kini mengemuka: akankah Los Blancos mampu menyelamatkan musim mereka dengan meraih salah satu gelar tersebut? Atau akankah mereka menutup musim tanpa satu pun trofi?

Jika skenario tanpa gelar terjadi, drama antara Real Madrid dan suporternya sendiri diprediksi akan semakin memanas, menciptakan ketegangan yang lebih dalam di internal klub.