Badminton

Qatar Open 2026: Janice Tjen Kalah dari Iga Swiatek, Tapi Dipuji Petenis Nomor 2 Dunia

Doha – Petenis Indonesia, Janice Tjen, harus mengakui keunggulan petenis peringkat dua dunia, Iga Swiatek, pada babak kedua turnamen WTA 1000 Qatar Open 2026. Meskipun kalah, Tjen mendapat pujian dari lawannya tersebut.

Pertandingan di Khalifa International Tennis and Squash Complex

Pertandingan yang berlangsung di court center Khalifa International Tennis and Squash Complex, Doha, pada Selasa (10/2/2026), melihat Janice Tjen yang berusia 23 tahun takluk dalam dua gim langsung. Swiatek, petenis Polandia berusia 24 tahun, memenangkan gim pertama dengan skor telak 6-0, dan melanjutkan dominasinya di gim kedua dengan skor 6-3.

Catatan ‘Bagel’ Swiatek

Kemenangan 6-0, yang dikenal sebagai ‘bagel’ dalam dunia tenis, menjadi catatan tersendiri bagi Iga Swiatek. Ini merupakan kemenangan ‘bagel’ ke-36 sepanjang kariernya di turnamen WTA 1000. Swiatek kini berada di posisi kelima dalam daftar petenis dengan jumlah ‘bagel’ terbanyak, hanya kalah dari Victoria Azarenka (37), Conchita Martinez (40), Serena Williams (50), dan Martina Hingis (52). Swiatek sendiri adalah pemilik 6 gelar Grand Slam.

Pujian Swiatek untuk Tjen

Meskipun meraih kemenangan meyakinkan, Iga Swiatek memberikan komentar positif terhadap gaya bermain Janice Tjen. Sang juara Qatar Open 2022 dan 2024 ini menilai pukulan Tjen mengingatkannya pada gaya mantan petenis nomor satu dunia asal Australia, Ashleigh Barty.

“Hari ini saya perlu menyesuaikan diri dengan ritme yang berbeda. Pilihan pukulannya mirip dengan Ash Barty, jadi itu seperti kilas balik yang menyenangkan,” kata Swiatek, dilansir dari TennisUpToDate.com.

Swiatek menambahkan bahwa ia telah mempersiapkan diri untuk menghadapi gaya bermain Tjen. “Namun saya sudah tahu apa yang harus saya harapkan. Saya hanya fokus pada pukulan saya, dan saya sudah siap,” ujarnya.

Lebih lanjut, Swiatek menegaskan bahwa ia tidak memandang remeh lawannya. Kemenangan dengan skor telak, menurutnya, adalah bukti keseriusannya dalam bertanding di lapangan.