JAKARTA – Pebulutangkis tunggal putri India, Pusarla V Sindhu, menegaskan komitmennya untuk terus berkarier di dunia tepok bulu. Meski banyak rekan seangkatannya telah memutuskan gantung raket, Sindhu justru berambisi untuk tampil di Olimpiade Los Angeles 2028.
Ambisi Jangka Panjang
Keputusan Sindhu untuk melanjutkan karier disambut baik oleh para penggemar bulutangkis. Di usianya yang kini menginjak 30 tahun, Sindhu masih merasa memiliki banyak hal untuk diberikan kepada olahraga yang telah membesarkan namanya.
“Sudah lama sekali saya berada di dunia olahraga. Saya punya banyak teman dari era yang sama. Carolina sekarang cedera, Tai Tzu Ying pensiun, begitu juga Ratchanok dan pemain lain seperti Wang Yihan. Persaingan sangat bagus dan kami juga berteman dekat,” ujar Sindhu saat ditemui di Istora GBK, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Peraih dua medali Olimpiade tersebut menambahkan, “Saya masih merasa punya banyak hal untuk diberikan di olahraga ini. Saya pasti akan bermain beberapa tahun ke depan, selama saya tetap bugar dan bebas cedera. Itu yang paling penting.”
Ambisi terbesarnya adalah kembali berlaga di panggung Olimpiade. “Ya, tentu saja. Setiap turnamen itu penting, setiap hari penting. Saya sudah bukan pemain 20 tahun lagi, jadi harus lebih menjaga tubuh dan lebih pintar memilih turnamen mana yang akan diikuti,” tuturnya.
“Fokus utama saya adalah tetap bebas cedera dan menjaga kondisi tubuh.”
Performa Awal 2026
Musim 2026 diawali Sindhu dengan cukup baik. Ia berhasil menembus babak semifinal di Malaysia Open dan babak 32 besar India Open 2026. Saat ini, ia tengah berjuang di Indonesia Masters 2026.
Dalam laga yang baru saja dilakoni, Sindhu berhasil melangkah ke babak 16 besar usai menyingkirkan wakil Jepang, Manami Suizu, dalam pertarungan tiga gim yang ketat, 22-20, 21-18, dalam tempo 53 menit.
“Bagi saya, gim pertama sangat penting. Saya sempat tertinggal jauh, sekitar 3-11, 4-11. lalu mengejar hingga 14-18, dan bahkan tertinggal 17-20. Tapi saya fokus poin demi poin,” jelas Sindhu.
Di gim kedua, kepercayaan diri Sindhu meningkat. “Saya sempat unggul, lalu dia mengejar hingga 17-19. Tapi penting bagi saya untuk mempertahankan keunggulan dan menyelesaikan dengan baik.”
Sindhu mengakui bahwa lapangan Istora GBK cukup menantang. “Lapangan cukup tricky dan ini pertandingan pertama, jadi butuh waktu untuk beradaptasi. Saya berusaha tetap sabar menjaga shuttlecock tetap masuk lapangan. Saya senang bisa menang hari ini,” katanya.
Di babak selanjutnya, juara dunia 2019 itu akan berhadapan dengan wakil Denmark, Line Hojmark Kjaersfeldt, pada Kamis (22/1/2026).






