Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, angkat suara menanggapi komentar kontroversial pemilik baru Manchester United, Sir Jim Ratcliffe, mengenai imigran di Inggris. Guardiola menegaskan bahwa imigran tidak seharusnya dipandang sebagai penyebab masalah di suatu negara.
Guardiola Hormati Ratcliffe, Namun Beri Perspektif Berbeda
Dalam konferensi pers jelang pertandingan Piala FA melawan Salford City, Guardiola ditanya mengenai pernyataan Ratcliffe yang mengeluhkan keberadaan imigran di Inggris. Pelatih asal Catalan itu menyatakan rasa hormatnya kepada Ratcliffe, namun ia memilih untuk memberikan pandangan yang berbeda.
“Saya sangat menghormati Sir Jim. Saya beruntung bisa bertemu dengannya. Dia membuat pernyataan setelah itu untuk meminta maaf,” kata Guardiola, mengutip laporan The Athletic. “Saya tidak akan berkomentar tentang apa yang dikatakan Sir Jim Ratcliffe karena setelah itu dia mengatakan apa yang tepat ingin dia sampaikan.”
Guardiola kemudian menguraikan pandangannya mengenai perlakuan terhadap imigran di berbagai negara.
“Tetapi di seluruh dunia, masalah yang kita hadapi di semua negara adalah kita memperlakukan imigran atau orang yang datang dari negara lain sebagai penyebab masalah yang dihadapi negara kita. Ini adalah masalah yang sangat, sangat, sangat, sangat, sangat besar.”
Imigran Berhak Mencari Kehidupan Lebih Baik
Pelatih berusia 54 tahun itu menggunakan pengalamannya sendiri sebagai orang Catalan yang bekerja di Inggris sebagai contoh. Ia berpendapat bahwa setiap orang berhak untuk mencari penghidupan yang lebih baik, terlepas dari latar belakang mereka.
“Faktanya, saya adalah orang Katalan dan Anda adalah orang Inggris – apa pengaruh yang kita miliki terhadap tempat kelahiran kita? Cuma ibu dan ayah kita,” terangnya. “Setiap orang ingin memiliki kehidupan yang lebih baik dan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi diri mereka sendiri, keluarga, dan teman-teman mereka.”
Guardiola menambahkan bahwa di era modern, batasan geografis dan latar belakang tidak lagi menjadi penghalang utama.
“Hari ini, warna kulit atau tempat di mana Anda dilahirkan tidak lagi menjadi masalah. Kita masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan terkait hal itu,” tegas Guardiola.
Pentingnya Menerima Budaya Lain
Guardiola menekankan bahwa pengalaman bepergian dan tinggal di berbagai negara justru memperkaya kepribadian seseorang, bukan membuatnya lebih superior.
“Pendidikan yang saya dapatkan saat lahir dan bepergian ke Meksiko dan Qatar, atau tinggal di Italia, Inggris, atau Jerman, hanyalah keuntungan dari kepribadian saya,” ujarnya. “Saya bertemu orang-orang yang sangat baik saat bepergian, dan itulah intinya, tapi hal itu tidak membuat saya merasa lebih baik hanya karena saya lahir di satu tempat atau tempat lain.”
Ia juga menyoroti bahwa banyak orang meninggalkan negara asal mereka karena adanya masalah di sana, bukan semata-mata keinginan untuk pindah.
“Kebanyakan orang meninggalkan negara mereka karena masalah di negara mereka, bukan karena mereka ingin pergi. Sebanyak apa pun kita menerima budaya lain – benar-benar, benar-benar menerimanya – itu akan menjadi masyarakat yang lebih baik,” kata eks pelatih Barcelona dan Bayern Munich itu.
Komentar Kontroversial Ratcliffe
Sebelumnya, Sir Jim Ratcliffe dalam sebuah wawancara dengan Sky News menyatakan bahwa imigran telah ‘menjajah’ Inggris dan hal tersebut memengaruhi ekonomi negara.
“Anda tidak bisa memiliki ekonomi dengan sembilan juta orang yang menerima tunjangan dan tingkat imigran yang sangat tinggi berdatangan,” katanya. “Maksud saya, Inggris telah dijajah. Biayanya terlalu mahal. Inggris telah dijajah oleh imigran, bukan begitu?”
Komentar tersebut sontak memicu kemarahan dari berbagai pihak, termasuk Perdana Menteri Inggris Keir Starmer. Manchester United sendiri telah mengeluarkan pernyataan resmi untuk membela imigran, dan Sir Jim Ratcliffe kemudian meminta maaf atas pernyataannya.




