Sepakbola

Pemilik Manchester United Dituding Hipokrit Usai Sebut Inggris Dijajah Imigran

Sir Jim Ratcliffe, pemilik baru Manchester United, menuai kritik tajam setelah pernyataannya yang menyebut Inggris telah ‘dijajah’ oleh imigran. Pernyataan kontroversial ini, yang dilontarkan dalam sebuah wawancara, sontak memicu kemarahan dari berbagai kalangan, termasuk politisi dan pendukung klub.

Reaksi Keras dari Berbagai Pihak

Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, walikota Manchester, Andy Burnham, serta sejumlah pendukung Manchester United, termasuk para pemain The Red Devils, dilaporkan tidak senang dengan komentar Ratcliffe. Sikap ini dianggap sebagai bentuk kemunafikan, mengingat Ratcliffe sendiri adalah seorang pengusaha yang memiliki aset dan tinggal di Monako, sebuah negara yang dikenal sebagai surga pajak bagi para migran ekonomi.

Gary Lineker Sebut Ratcliffe Munafik

Mantan pemain Inggris, Gary Lineker, menjadi salah satu tokoh yang melontarkan kritik paling keras. Melalui media Mirror, Lineker menyatakan, “Kemunafikan ini sulit bagi saya untuk menerimanya. Jelas bahwa Keir Starmer telah memintanya untuk menyampaikan permohonan maaf; apakah ia akan melakukannya atau tidak, masih harus kita lihat.”

Lineker menambahkan, “Saya menontonnya dan kemunafikannya benar-benar terasa-orang itu sendiri adalah seorang migran, seorang migran ekonomi [karena] ia tinggal di Monako. Anda boleh saja mengeluh sesuka hati, tetapi setidaknya tinggallah di sini, bayar pajak, dan berkontribusialah kepada masyarakat kita.”

Permohonan Maaf dan Penegasan Klub

Menyikapi kontroversi tersebut, Sir Jim Ratcliffe dilaporkan telah menyampaikan permohonan maaf atas komentarnya. Manchester United sendiri menegaskan bahwa klub menjunjung tinggi nilai keberagaman dan menerima siapa saja tanpa memandang latar belakang.

Kontroversi ini muncul di tengah rencana Manchester United untuk membangun stadion baru berkapasitas 100.000 penonton.