Penyerang Santos, Neymar, mengaku tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri karier sepak bolanya pada akhir tahun 2026. Namun, sebelum gantung sepatu, ia menargetkan untuk dapat kembali memperkuat Timnas Brasil di Piala Dunia 2026.
Karier Neymar dalam beberapa tahun terakhir memang kerap dibayangi oleh cedera. Cedera anterior cruciate ligament (ACL) yang dialaminya pada Oktober 2023 membuatnya harus menepi selama kurang lebih satu tahun. Terbaru, ia juga menjalani operasi lutut pada Desember 2025.
Akibat rentetan cedera tersebut, Neymar tercatat baru tampil sebanyak 31 kali di level klub sejak Oktober 2024. Ia pun belum kembali memperkuat Timnas Brasil.
Fokus Jangka Pendek dan Ambisi Piala Dunia
Melihat kondisi kariernya yang banyak dihantam cedera, ditambah usianya yang tidak lagi muda untuk ukuran pesepakbola profesional, Neymar mulai berpikir untuk pensiun. Saat ini, fokus utamanya adalah bermain hingga akhir 2026 bersama klubnya, Santos.
“Saya tidak tahu apa yang akan terjadi mulai sekarang, saya tidak tahu tentang tahun depan,” ujar Neymar kepada media Brasil, Caze, seperti dikutip ESPN. “Mungkin saja ketika bulan Desember tiba, saya ingin pensiun. Saya hidup dari tahun ke tahun sekarang.”
Ia menambahkan, “Kita akan lihat apa yang diputuskan hati nurani saya. Itu tergantung apa yang dikatakan hati saya nanti di tahun ini.”
Neymar juga berharap dapat meyakinkan pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, untuk membawanya ke Piala Dunia 2026. Namun, hal tersebut tidak akan mudah, mengingat Ancelotti hanya akan mempertimbangkan Neymar jika ia dalam kondisi 100 persen bugar. Brasil sendiri telah menjalani dua tahun lebih tanpa kehadiran Neymar.
“Tahun ini adalah tahun yang sangat penting, tidak hanya untuk Santos, tetapi juga untuk Timnas Brasil, karena ini adalah tahun Piala Dunia, dan juga untuk saya,” pungkasnya.
Neymar telah memperkuat Brasil dalam tiga edisi Piala Dunia, namun belum pernah meraih gelar juara. Prestasi terbaiknya adalah mencapai semifinal pada Piala Dunia 2014 yang digelar di kandang sendiri. Di Copa America, ia absen karena cedera saat Brasil menjuarai turnamen pada 2019. Dua tahun kemudian, ia hanya mampu membawa Selecao menjadi runner-up setelah kalah dari Argentina.






